Diduga Cadangan Pangan di Kabupaten Cirebon Dikorupsi Para Oknum Pejabat Bejat

By Bang ALHAS 16 Mar 2021, 17:17:32 WIB
Diduga Cadangan Pangan di Kabupaten Cirebon Dikorupsi Para Oknum Pejabat Bejat

Keterangan Gambar : ilustrasi petani


Hallonusantara.com - Cirebon, JABAR

Cadangan pangan di Kabupaten Cirebon diduga dikorupsi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Cirebon, M ditetapkan sebagai tersangka.

Bersama M, seorang pejabat DKP lain setingkat kepala seksi berinisial D turut ditetapkan Kejakasaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon sebagai tersangka. Kejari mengendus sangkaan penjualan puluhan ton gabah di luar aturan yang berlaku.

Baca Lainnya :

"Semula ada laporan stok gabah sisa 2019 tak ada, jumlahnya mencapai 90.719 kg," beber Kepala Kejari Cirebon, Hutamrin.

Gabah milik DKP setempat yang disimpan di gudang itu menurutnya tak berdasar hukum. Hasil penyidikan pihaknya belakangan mendapati M dan D menggunakan sebagian gabah tersebut

M disangka mengambil 9.000 kg dan D mengambil 21.000 kg. Sementara, 60.719 kg gabah lainnya dikirim kepada pihak swasta, sayangnya tanpa payung hukum.

"Gabah 60.719 kg itu digiling menjadi beras, sebagian disalurkan kepada masyarakat dan sebagian lain sebanyak 21.000 kg beras dijual atas perintah M dan D," paparnya.

Meski begitu, sampai kini pihaknya belum menahan M maupun D. Hutamrin beralasan, diperlukan analisa hukum lebih jauh untuk penahanan.

"Kami akan lihat hasil pemeriksaan lebih jauh," tandasnya.

Penasihat Hukum M, Dan Bildansyah saat dikonfirmasi awak media memastikan M masih bekerja seperti biasa sampai kini. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, M belum diperiksa.

"Pak M tidak ditahan dan masih bekerja seperti biasa. Diperiksa sebagai tersangka juga belum," ungkapnya, Selasa (16/3/2021).

Pihaknya diketahui telah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Cirebon pekan lalu. Namun, PN menolaknya. 

Tim penasihat hukum M pun masih mempelajari hasil putusan praperadilan tersebut. Dia mengaku, menyimpan ketidakpuasan terhadap putusan praperadilan itu.

"Hakim pemeriksa terlalu formalistik dalam menilai bukti yang cukup dalam perkara M dan hanya menilai dari aspek kuantitas," tutur pria yang akrab pula dipanggil Bildan ini.

Dia mengakui, jumlah saksi sebanyak 27 orang yang telah diperiksa dalam penetapan M sebagai tersangka telah mencukupi 2 alat bukti menurut hukum. Namun, imbuhnya, untuk dapat dikualifikasi sebagai bukti yang cukup menurut hukum, sejatinya aspek kualitas kesaksian perlu pula diuji.

Hal ini dipandang penting sebab penetapan tersangka terhadap seseorang akan diikuti konsekuensi pemberlakuan pembatasan hak asasi yang bersangkutan dengan bersifat memaksa, seperti penahanan dan penyitaan barang-barang miliknya.

"Tapi bagaimana pun, kami harus menghormatinya," tegasnya.

Ke depan, sambung Bildan, pihaknya menjajagi kemungkinan kembali mengajukan praperadilan. Di sisi lain, fokus pada pembelaan materi pokok perkara dalam proses penyidikan sampai ke persidangan pun tak dilepaskan.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi enggan mengintervensi dan tegas menyatakan tak turut campur dalam perkara yang menjerat M.

"Urusan dia (M) ya harus dihadapi karena kaitan dengan pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Pun dengan kemungkinan pemberhentian M sebagai sanksi, Imron mengaku belum dapat mengambil keputusan. Dia beralasan, masih akan menanti proses hukum sampai terbit inkrah.

"Pemberhentian PNS itu ada aturan main, kalau yang bersangkutan sudah ditetapkan bersalah atau inkrah, baru diberhentikan. Sekarang masih proses hukum," jelasnya.

Kasus M kembali diingatkan Imron sebagai cambuk bagi pejabat lain di lingkungan Pemkab Cirebon. Sejauh ini, dia menegaskan, pembinaan sudah seringkali dilakukan agar setiap pegawai pemerintah bekerja baik dan bertindak sesuai aturan.

"Zaman sudah berubah, sekarang banyak pihak yang mengawasi. Ngomong terus-terusan, pembinaan juga sering, tapi ya gitu lagi gitu lagi," ungkapnya setengah berkeluh kesah. (Jumadi/red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment