Gus AMI : Selama Pandemi 600 Lebih Ulama NU Wafat, Ayo Kita Jaga Para Kiai

By Redaksi 13 Jul 2021, 20:17:58 WIB
Gus AMI : Selama Pandemi 600 Lebih Ulama NU Wafat, Ayo Kita Jaga Para Kiai

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI)


Hallonusantara.com - JAKARTA

Sebanyak 644 Ulama NU wafat selama pandemi. Data tersebut dikeluarkan oleh Tim Panser Nahdlatul Ulama dalam kurun waktu 2020-2021 per-Sabtu pekan lalu. Mereka menyatakan jumlah tersebut masih terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Ketua DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) merasa terpukul dengan banyaknya ulama dan kiai NU yang wafat selama pandemi melanda Indonesia.

Baca Lainnya :

"Baru-baru ini kita banyak kehilangan kiai dan ulama kita. Almagfurlah Kiai Zainuddin Djazuli, almagfurllah Kiai Fuad, Kiai Nawawi Sidogiri, dan para kiai-kiai lainnya yang semua itu adalah motivator, energi, dan sekaligus pengarah perjuangan kita di PKB. Mari kita doakan beliau-beliau semua semoga diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT,” kata Muhaimin dalam acara Yasinan, Tahlil Akbar dan doa bersama secara virtual, Senin, 12 Juli 2021 malam.

Pria yang akrab disapa Gus AMI ini mengajak semua kader PKB untuk bersama-sama menjaga para kiai, terutama mereka yang sudah sepuh agar selamat dari pandemi ini.

"Kepada teman-teman DPC, DPW, anggota DPR, Bupati, Gubernur, Wakil Gubernur, semuanya tolong dijaga kiai masing-masing. Jangan sampai berakibat terlambat darurat mengantisipasi. Contoh misalnya di Bekasi kemarin ada yang akhirnya terlambat dalam penanganann yang padahal sebetulnya bisa ditangani,” tuturnya.

Gus AMI mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar menerapkan kultur baru dengan menggunakan cara new normal dan protokol kesehatan yang disiplin.

"Kepada para kiai yang sudah sepuh, saya kira tidak usah dicium tangannya dulu. Salaman di dada saja supaya beliau-beliau kita jaga. Kita cinta beliau, ingin cium beliau, ingin bersalaman dengan beliau, tetapi untuk sementara waktu sebelum pandemi ini berakhir, kita ubah tradisi untuk mengantisipasi,” sarannya.

Gus AMI meminta kadernya untuk meningkatkan kewaspadaan dari bahaya wabah yang masih terus berlangsung seraya tetap menggalakkan protokol kesehatan.

Secara khusus, ia menyampaikan kenangannya terhadap sosok almarhum KH. Zainuddin Djazuli sebagai tokoh yang istikamah dalam memperjuangkan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Konsistensi Kiai Din diakuinya sebagai pelecut semangat setiap kader PKB dalam berjuang.

”Seluruh warisan beliau adalah energi, kekuatan dan semangat kader PKB untuk tetap istikamah dalam garis perjuangan politik Aswaja. Beliau tahu persis PKB ini lahir dari cita-cita besar para ulama untuk bangsa, agama dan negara. Sehingga yang diperlukan adalah kemurnian dalam pengabdian,” kata Gus AMI.

Bimbingan dan motivasi Kiai Din tersebut membuat Gus Muhaimin dan seluruh kader PKB di Indonesia merasa sangat kehilangan.

Dimata Gus AMI, Kiai Din adalah sosok panutan yang tidak lelah memompa energinya dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

”Kita semua terus mendoakan semoga almagfurlah KH. Zainuddin Djazuli diterima di sisi Allah SWT. PKB sangat kehilangan beliau sebagai panutan dan penuntun energi juang kita, sebagai pemimpin yang memberikan bimbingan dan motivasi,” tutur Gus AMI. (Alhas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment