Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Kades Cikarang Kota Dihadiri Ulama Besar

By Admin 07 Okt 2021, 08:21:23 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Kades Cikarang Kota Dihadiri Ulama Besar

Keterangan Gambar : Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Kades Cikarang Kota Dihadiri Ulama Besar


Hallonusantara.com - Kab.Bekasi, JABAR

Kepala Desa (Kades) Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Rahmat Gunawan yang akrab disapa Piray, menghelat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dengan dihadiri Al-Mukarrom KH. Muhammad Abdul Ghufron Al-Bantani, di rumah Kades Cikarang Kota di Kampung Harapan Baru RT. 01/13 Desa Cikarang Kota, Selasa (6/10) malam. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Bekasi Rahmat Gunasin atau Boksu, para staf Pemerintahan Desa (Pemdes) Cikarang Kota, para Kepala Dusun (Kadus), para Ketua RW dan RT di wilayah Desa Cikarang Kota, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat sekitar. 

Baca Lainnya :

Kades Piray berharap hadirnya seorang ulama dalam kegiatan maulid ini akan membawa keberkahan bagi warga masyarakat Desa Cikarang Kota. Dirinya mengaku bertemu dengan cicit ulama besar Syeikh Nawawi Al-Bantani tersebut saat di rumah Rahmat Gunasin atau Haji Boksu, dan meminta agar KH. Muhammad Abdul Ghufron Al-Bantani hadir dalam kegiatan maulid yang diadakan di rumahnya.

"Insyaallah kedepan kegiatan seperti ini akan rutin kami adakan. Kami juga bernazar setiap enam bulan sekali melakukan pengocokan umroh ke tanah suci bagi ibu-ibu majelis taklim. Jadi dalam satu tahun ada dua orang yang berangkat umroh. Kami berharap semoga program ini bisa bermanfaat," ungkapnya kepada para awak media. 

Di tempat yang sama, Ustad Ikhsan Al-Badawi dalam tausiyahnya mengajak para generasi muda khususnya yang hadir dalam kegiatan maulid untuk selalu menjaga dan membela bangsa dan negara. Karena menurutnya para pemuda merupakan generasi masa depan, sehingga harus terpatri di hati para generasi muda untuk mencintai negeri sendiri. 

Dikatakannya, menurut ulama besar Imam Al-Ghazali, mengajarkan agama yang salah itu lebih berbahaya dari memerangi agama itu sendiri. Karena nantinya generasi kedepan akan banyak yang terkontaminasi oleh paham yang salah. Oleh karenanya para generasi muda harus belajar agama yang mengajarkan toleransi antar umat beragama agar tidak timbul perpecahan. 

"Negara ini berdiri atas dasar kesepakatan. Negara ini dijajah hinga 350 tahun lamanya oleh Belanda, kemudian dijajah juga Spanyol, Portugis karena tidak bersatu. Indonesia ini adalah negara besar dan menjadi cikal bakal bangsa-bangsa. Kami juga berharap majelis taklim di rumah Pak Lurah ini bisa terus hidup dan berjalan. Karena itu hidupkan dengan pengajian-pengajian yang benar, bukan yang enggak jelas. Pengajian yang mengajarkan cinta negara, tanah air dan bahasa," terangnya. 

Sementara Al-Mukarrom Syeikh KH. Muhammad Abdul Ghufron Al-Bantani, dengan bersemangat mengajak umat muslim untuk mencintai antar sesama, supaya hidup rukun, damai dan cinta kasih sayang antar ciptaan Allah SWT, sesuai tuntunan Rasullullah SAW. Dengan demikian akan merdeka jasad dan ruh. 

"Kembalikan semuanya kepada Allah SWT insyaallah akan diberikan rahmat dan barokah. Penyakit apapun lawan dengan doa. Jalin persatuan kesatuan, rukun, damai dan saling gotong royong. Semoga COVID 19 ini segera berakhir, sekolah kembali dibuka dan ekonomi kembali bangkit. Jangan banyak berdongeng tapi banyak berzikir supaya diberikan keselamatan," tandasnya.(Heru)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment