Diduga Garong Uang Rakyat Sebesar Rp. 196 Miliar, Kantor BPBD Kabupaten Indramayu Digeledah

By Admin 21 Nov 2021, 20:08:41 WIB Hukum
Diduga Garong Uang Rakyat Sebesar Rp. 196 Miliar, Kantor BPBD Kabupaten Indramayu Digeledah

Keterangan Gambar : AKP Luthfi Olot Gigantara(Kasat Reskrim Polres Indramayu)


Hallonusantara.com - Indramayu, JABAR

Kasus dugaan garong uang rakyat (korupsi) refocusing anggaran tahun 2020 sebesar Rp196 miliar untuk penanganan Covid 19 di BPBD Kabupaten Indramayu semakin benderang, Minggu (21/11). 

Polisi sudah menghimpun alat bukti kuat untuk penetapan tersangkatunya adalah hasil perhitungan atau audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Hasil audit menyebutkan adanya kerugian negara cukup besar.

Baca Lainnya :

Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara, selangkah lagi akan ada penetapan tersangka atas kasus ini. Artinya, dipastikan bakal ada yang mengenakan rompi tahanan.

Namun begitu, pihaknya masih mendalami seluruh keterangan saksi dan alat bukti untuk lebih menguatkan adanya perbuatan pidana. 

"Masyarakat mohon bersabar, kami masih mendalami dan merekonstruksi seluruh hasil penyelidikan. Secepatnya kami umumkan tersangkanya," ujarnya kepada awak media belum lama ini.

Awal Juli 2021 lalu, setelah melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya lima orang saksi, Satuan Reskrim Polres Indramayu menggeledah kantor BPBD setempat.

Penggeledahan merupakan tindak lanjut hasil penyelidikan terhadap dugaan adanya dugaan tindak pidana garong uang rakyat refocusing anggaran tahun 2020 sebesar Rp196 miliar.

Selain menggeledah Kantor BPBD, polisi juga menggeledah salah satu toko penjual material yang ada di Kecamatan Indramayu.

Refocusing anggaran sebesar Rp196 miliar pada tahun 2020 lalu digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan penanggulangan Covid 19 di Kabupaten Indramayu.

"Ini (penggeledahan) merupakan rangkian penyelidikan. Dari hasil penggeledahan, kami sita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan penggunaan anggaran refocusing di BPBD," tukas Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara.

Dijelaskannya, penggeledahan kantor BPBD Indramayu terkait dengan proses pengadaan barang yang ditengarai telah diselewengkan.

Bukti awal yang menjadi 'pintu masuk' polisi, kata dia, yakni adanya ketidakberesan dokumen dan perizinan penyelenggaraan pengadaan barang.

"Makanya diantara para saksi yang diperiksa adalah selain pejabat berwenang di BPBD, pihak kontraktor dalam hal ini perusahaan penyedia jasa juga sudah kami mintai keterangan." tandas dia.(edi warnadi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment