Kelompok Tani Ketan Mas Keluhkan Kinerja PPL

Hallonusantara || Cilegon – Kelompok Tani Ketan Mas yang berada di wilayah Lingkungan Masigit, Kelurahan Citangkil , Kecamatan Citangkil adalah salah satu kelompok tani yang sukses dengan hasil tani nya berupa jagung ungu dengan kualitas F1.

Menurut Ketua Kelompok Tani Masigit (Ketan Mas) Akhmad Sobirin, dirinya sangat mendukung dengan adanya program pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), namun ia juga menyayangkan terkait adanya progaram yang selalu di lakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Kami ini adalah kepanjangan dari DKPP jadi Ketua Kelompok, Masigit Citangkil, dan kelompok tani ketan mas mendukung setiap program DKPP dan jalannya program DKPP, dari itu saya mohon DKPP bisa memperhatikan Ketua Kelompok secara kinerjanya, jangan lalu kinerja ini seolah olah adanya di PPL saja,” ujarnya.

“Saya mohon semua itu supaya terintegrasi dan mestinya terbuka dari A sampai Z biar enak dan baik baik saja, karena kita saling mengetahui bukan saling salip dan saling menutup maka harapan kami selakuĀ  ketua kelompok itu bisa bersinergi dengan DKPP bukan hanya kepada PPL nya,” katanya.

Masih kata Sobirin, yang terjadi di Kecamatan Citangkil justru program program DKPP adanya di PPL sehingga Ketua Kelompok ini kinerjanya sesuai dengan komando dari PPL itu.

“Masalah program terus terang saja kami tidak tahu DKPP punya program apa, misalnya ada PPL yang setiap bulan kita ngumpul, ya itu sifatnya monoton saja kecuali kalau ada verifikasi yang berkaitan dengan tahun 2022-2023 ada tambahan ketua kelompok atau anggota kelompok atau juga termasuk subsidi,” ungkapnya.

“Terkait pupuk subsidi di Kecamatan Citangkil masalahnya ada di pelayanan pupuk subsidi, yang sangat susah untuk mendapatkannya ternyata bukan susah disistemnya tetapi susah dipasar atau ditokonya, ditoko yang lain baik baik saja tetapi toko yang melayani Kecamatan Citangkil kurang bagus dan ini sudah dibicarakan dengan PPL, kami Ketua Kelompok tidak tau juklak, juknis atau tupoksi dari PPL, sementara kami orang tani yang mini SDM nya taunya hanya macul. Jadi dari situ kita tidak bisa menilai PPL ini baik atau tidak, namun tetap dari sekian tahun itu kan ada rekam jejak nya,” paparnya.

Menurutnya, dalam hal ini DKPP harus menggodok ketua kelompok untuk bersinergi dan kerja sama dengan PPLnya.

“Yang sekarang maju itu ya tergantung dari kinerja atau kegiatan kelompok itu sendiri bukan majunya karena DKPP atau karena PPL nya yang hebat, sekarang Ketan Mas mati siapa yang mau menghidupkan apa kontribusi DKPP untuk Ketan Mas,” pungkasnya.(OZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.