Saluran Irigasi Tertutup Sampah, Petani Rentan Gagal Panen

Hallonusantara.com || BEKASI –Banyak saluran irigasi yang rusak di beberapa kawasan membuat petani sangat rentan mengalami gagal panen.

Maka perlu adanya peran nyata pembangunan infrastruktur utamanya di wilayah Tambun Utara.

Demikian anggota DPRD Kabupaten Bekasi Refsih Munggawati memberikan tanggapannya terkait banyaknya saluran irigasi yang rusak akibat tumpukan sampah saat dikonfirmasi awak media usai mengikuti upacara bendera memperingati HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022).

Saluran Irigasi yang tertutup sampah dan Rumput

Refsih Munggawati menuturkan kepada awak media bahwa di beberapa kawasan wilayah pertanian di delapan desa Kecamatan Tambun Utara, terutama Desa Satriamekar, Sriamur, Srimukti, Satriajaya dan Karangsatria warganya banyak mengeluhkan tentang banyak saluran irigasi yang sudah rusak.

“Saluran irigasi sudah banyak yang rusak dan dalam kondisi bocor serta dipenuhi sampah sehingga petani sering mengalami gagal panen karena air tidak mengalir sampai ke lahan sawah mereka,” terang Refsih Munggawati.

“Maka dari itu perlu dianggarkan pembangunan infrastruktur utamanya perbaikan saluran irigasi yang rusak,” tegasnya.

Sebab sektor pertanian, jelas Refsih, adalah sektor vital penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bekasi.

“Banyak hal utamanya sektor pertanian yang harus diperjuangkan. Dengan pertanian yang mencukupi akan terus tercapai swasembada pangan di Bekasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ombing, salah seorang warga desa Satriajaya mengungkapkan dirinya sudah merasa jenuh dan bosan menyampaikan kritik atau keluhan kepada para pihak terkait yang dinilainya tidak punya kepedulian terhadap lingkungan demi keberlangsungan hidup para warganya.

“Simple-simplenya ya perangkat desanya gak peka terutama para kepala desanya itu sendiri yang terkesan melakukan pembiaran terhadap penyumbatan saluran air akibat penumpukan sampah,” ujar Ombing.

“Mata hati mereka tertutup oleh kepentingan individu yang tidak pernah memikirkan keberlangsungan hidup para warga petani sebagai pengguna air. Hampir bosen kita kritisi tentang itu sebab tidak ada kepekaan dan realisasinya,” ucapnya.

Seharusnya, lanjut Ombing, Dinas LH ataupun Camat dan pihak-pihak terkait lainnya peduli dengan banyaknya saluran irigasi yang rusak akibat tumpukan sampah di wilayah utara tersebut.

“Yah minimal ambil sikap alternatif sederhana aja dulu dengan dilakukan pengangkatan melalui cara-cara yang bisa ditempuh dengan tangan biasa,” tukas Ombing.

“Tapi sampai sejauh ini pihak-pihak terkait tersebut masih belum merealisasikan dan hanya dijadikan tontonan liar saja,” pungkas Ombing. ( mubarok )

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments