Hukum  

Benarkah Ijazah Kelulusan Sekolah Tingkat Akhir Harus Ditebus?

Hallonusantara.com | | BREBES – Orang tua murid bernanma Imam Naharis 47 tahun warga RT 06 RW 14 Kelurahan Pasarabatang, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Berniat menjual rumah tinggalnya di kompleks perumahan D’Trans Quality.

Niatan menjual rumahnya dilakukan karena Imam dalam kesehariannya sebagai pedagang bawang merah, ia harus menebus ijazah dua anaknya, dalam kondisi terpuruknya perekonomian saat ini. Jumat, (27/05/2022).

Dua Ijazah yang harus ditebus adalah milik masing-masing dua anaknya Imam.

Yang pertama ijazah anaknya yaitu Tufail Assyiraa Muhammad. Yang kedua ijazah adiknya Tufail yaitu Loven Zaneta Az-Zahwaraani yang tidak lama lagi lulus.

Mereka siswa-siswi pada sekolah yang sama, yaitu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Brebes – Jawa Tengah.

Tufail, ia siswa lulus pada tahun 2019, dan ijazahnya masih tertahan lebih kurang tiga tahun lamanya dan belum boleh diambil oleh pihak sekolah terkait kendala keuangan.

Untuk Loven yang sebentar lagi lulus kemungkinan besar juga ijazahnya tidak jauh berbeda dengan kakanya karena persoalan yang sama.
“Waktu Tufail lulus saya sudah dua kali mencoba mengambil ijazah ke sekolah tapi hasilnya nihil, karena harus bayar lunas uang sumbangan pembangunan terlebih dahulu,” kata Imam.

Imam, pada Hari senin, (23/05/2022) ia sempat datang ke MTsN 2 Brebes, karena Loven anaknya tidak dapat undangan untuk acara wisuda kelulusan siswa/i kelas IX pada hari Kamis (25/05/22). Bahkan Ia menyebutkan sempat menemui bendahara komite sekolah akan tetapi diduga pihak sekolah tetap bersikeras tidak mau memberikan undangan wisuda kelulusan anaknya.

Lain lagi setelah Imam memberitahu bahwa dirinya akan menjual rumahnya untuk menutup tunggakkan kekurangan biaya sekolah, barulah undangan wisuda anaknya diberikan.

Mau tidak mau pada hari hari sebelumnya Imam aktip menghubungi sejumlah rekan dan teman-temannya dengan menawarkan rumah tinggal miliknya. Menurut Imam, jika terjual Imam akan segera melunasi tunggakkan sumbangan pembangunan dua anaknya yang lebih kurang Rp 7 juta.

Sisanya akan ia pakai untuk membeli rumah lagi dan menambah modal usaha dagangnya.

“Yang penting urusan sekolah anak-anak tertangani biar anak-anak juga tidak mempunyai beban pikiran,” tukasnya.

Wakil Kepala Sekolah MTsN 2 Brebes bidang Kesiswaan Abdul Wahid MPd yang dihubungi Jumat (27/05/22) siang membantah adanya tindakan penahannan ijazah.

“Sekolah kami mempersilakan kepada orang tua siswa yang belum memenuhi kewajibannya untuk mengambil ijazah setelah anaknya lulus apabila ijazah sudah diterbitkan,” jelas Abdul Wahid .

Menurutnya, masih banyak anak-anak yang belum mengambil ijazahnya karena biasanya ijazah terbit setelah anak-anak sudah masuk ke sekolah yang baru di SMA.

Abdul Wahid mempersilakan agar Imam Naharis datang ke sekolah mengurus ijazah anaknya.

Perihal yang sama menurut Mardiyah selaku bendahara komite MTsN 2 Brebes ia menjelaskan, jika pihaknya banyak memberikan keringanan bagi siswa-siswi dari kalangan tidak mampu.

“Sekolah sudah lama memberikan kebijakan uang sumbangan pembangunan terutama untuk yatim piatu dan untuk keluarga tidak mampu dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa.” pungkasnya. (Jsd)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments