Hukum  

Lagi-lagi Seorang Keluarga Tersangka Diduga Menjadi Korban Bujuk Rayu MARKUS (Maklar Kasus)

Hallonusantara.com || BOGOR – Tim Liputan Kasus Media Hallo Nusantara salahsatunya Ade Irawan mendapatkan kuasa dari keluarga tersangka penyalahgunaan narkoba yang berinisial MRM (28) yang saat ini ditahan di Polresta Bogor Kota untuk mengklarifikasi permasalahan (Kasus-red) keluarganya yang ditetapkan sebagai tersangka, Jum’at (26/08/2022).

Berawal dari penangkapan MRM (28) oleh jajaran Satresnarkoba Polresta Bogor dan ditahan di Mapolres Bogor Kota karena masalah penyalahgunaan narkoba kemudian Fransiska Aditia Lodowiq Nika bertemu dengan Andi yang mengaku sebagai orang LBH di parkiran Polresta Bogor Kota

Karena diyakinkan oleh Andi yang mengaku sebagai orang LBH bahwa tersangka MRM (28) diterapkan pasal berlapis, dan Andi menjanjikan bisa mengurus tersangaka agar beberapa pasal nya di hapus dan Andi mengatakan telah komunikasi dengan pihak penyidik.

Fransiska Aditia Lodowiq Nika menjelaskan, bahwa Andi LBH akan menghadap sambil menyerahkan uang kepada AIPDA Dody Tirta K selaku penyidik yang bisa menghapus pasal untuk meringankan kasus tersangka MRM (28) dan melobi pihak jaksa agar hukuman tersangka MRM (28) diringankan.

“Karena rasa khawatir bahwa suami saya MRM (28) mendapatkan hukuman yang berat dan ingin suami saya cepat dibebaskan maka saya memenuhi permintaan Pak Andi LBH dengan memberikan uang sejumlah 12 juta rupiah didalam mobil yang diparkir di halaman Polresta Bogor dan kemudian akan dia berikan kepada Pak Dodi selaku penyidik,” papar Fransiska.

Fransiska menambahkan, semenjak penangkapan terhadap suaminya MRM (28) sampai ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolresta Bogor dirinya selaku keluarga tersangka MRM (28) tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan secara tertulis dari pihak Kepolisian.

“Dari pertama suami saya MRM (28) ditangkap pada tanggal 9 Juni 2022 dan ditahan di Mapolresta Bogor, saya baru dapat surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan pada hari Jum’at 26 Agustus 2022, dan kenapa Surat Pemberitahuan Penahanan nya tidak pernah saya terima dari pihak kepolisian,” ujar Fransiska.

“Dalam beberapa bulan kemudian Sdr. Andi tidak pernah memberi kabar tentang permasalahan Kasus suaminya MRM (28), bahkan menghilang tidak bisa ditemui sehingga saya makin percaya bahwa ada yang tidak beres dalam pengurusan kasus suami saya dan saya yang dizolimi,” ucapnya lagi.

Tim Liputan Kasus Media Hallo Nusantara dan Fakta Nusantara sudah berusaha untuk menghubungi pihak penyidik (AIPDA Dody Tirta-red) dan sudah bikin janji bertemu untuk Konfirmasi akan tetapi ketika didatangi ke Mapolres Bogor tidak ada ditempat dan dihubungi melalui WhatsApp katanya sedang keluar dan tidak ada bahasa suruh menunggu.

Mengetahui Fransiska Aditia Lodowiq Nika diduga menjadi korban penipuan MARKUS (Maklar Kasus) memberikan kuasa ke Tim Liputan KasusMedia Hallo Nusantara untuk mengadukan kejadian ini ke Aparat Penegak Hukum.

Ade Irawan selaku Tim Liputan Kasus dan selaku penerima kuasa dari pihak keluarga tersangka menjelaskan, informasi dari keluarga tersangka dengan semua bukti rekaman dan chatting WhatsApp sudah cukup untuk dijadikan petunjuk pengungkapan sindikat MARKUS (Maklar Kasus).

“Kami akan usut tuntas untuk mencari tau kebenarannya dan kami juga akan mengadukan masalah ini kepada Kadiv Propam Mabes Polri jika benar terbukti ada Maklar Kasus dan terbukti bahwa tidak ada Surat Pemberitahuan Penahanan yang tidak pernah diberikan kepada keluarga tersangka MRM (28),” tandasnya.

“Dan kami juga akan melaporkan Sdr. Andi yang mengaku sebagai LBH apabila tidak memiliki Legal Standing maka melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003, Tentang Advokat dan Pasal 378 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” pungkasnya. (Tim/red)

4.2 6 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments