HukumKriminal

Mengungkap Jaringan Narkoba Hydra di Bali

×

Mengungkap Jaringan Narkoba Hydra di Bali

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || BADUNG – Bareskrim Polri mengungkap salah satu cara promosi dan memasarkan narkoba jaringan ‘Hydra Indonesia’ di Bali menggunakan kode-kode. Kode itu berupa tulisan link website darknetforum2road.cc, yang banyak ditemui di beberapa sudut jalan di Bali.

Pantauan Awak Media, Rabu (15/5/2024) sore, kode tersebut dominan ditemukan di sepanjang jalan Desa Tibubeneng atau menuju kawasan Pantai Berawa. Beberapa tulisan bercat hitam itu juga ditemukan di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung.

Pemasang kode memilih titik-titik yang mudah dijangkau. Seperti dinding rumah warga yang letaknya di pinggir jalan, tembok vila, ujung gang, bahkan di dinding pertokoan.

Dimulai dari kawasan utara Canggu. Dua kode darknetforum2road.cc lengkap dengan logo berwarna kuning terlihat disemprotkan di ujung gang menuju pemukiman warga bernama Gang Kecubung di Banjar Tibubeneng. Cat itu juga terlihat di sebelah kantor lembaga perkreditan desa (LPD) Padonan.

“Makanya setelah dengar berita tadi pagi saya kaget. Saya suruh anak saya hapus saja. Sudah diberikan cat,” kata Wayan Iwan, salah satu warga di Tibubeneng.

“Kemarin-kemarin tahu ada gambar itu. Tapi saya pikir artinya apa. Mungkin ada orang iseng. Anak saya juga nggak tahu. Kalau ada bule-bule ngumpul itu biasa di sini. Nggak curiga,” sambungnya.

Beberapa kode juga ditemukan di tempat parkir umum, dan jalanan yang padat kendaraan di Berawa dan Canggu. Tempat parkir minimarket juga menjadi sasaran para pengendali narkoba jaringan Hydra.

“Saya sebenarnya sudah lihat. Banyak malah di jalan-jalan itu. Tapi nggak tahu artinya. Ada teman yang bilang di medsos itu katanya tanda-tanda jual narkoba,” ujar Budi, salah satu pengemudi ojol yang mangkal di dekat laboratorium narkoba (clandestine lab) di sana.

Meski begitu, sudah ada beberapa warga yang menghapus kode itu. Mereka mengaku tahu setelah mendapat kabar tentang arti kode itu di beberapa media.

Ada yang menghapusnya dengan cat yang sama dengan warna bangunan sebelumnya, dan ada yang menutupinya dengan cat semprot hitam.

Kepala Desa Tibubeneng I Made Kamajaya tidak tahu juga arti kode tersebut. Ia akan segera meminta para kepala lingkungan di masing-masing banjar agar mengecek di rumah warga, dan berkoordinasi dengan polisi.

“Ya saya saja baru tahu. Nggak tahu ada yang begitu (kode). Nanti saya sampaikan ke kelian-kelian (kepala lingkungan) kebetulan hari ini ada Bimtek,” ucap Kamajaya saat dihubungi awak media.

Bareskrim Polri meringkus tiga warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI). Tiga WNA itu merupakan dua saudara kembar asal Ukraina, Ivan Volovod dan Mykyta Volovod, serta seorang WN Rusia, Konstantin Kruts. Sedangkan, WNI yang ditangkap bernama Lazuardi Muddatsir.

Wahyu menjelaskan duo kembar Ivan Volovod dan Mykyta Volovod berperan sebagai pengendali di vila lab rahasia tersebut. Adapun, Konstantin Kruts berperan sebagai pengedar. Sedangkan Lazuardi Muddatsir adalah DPO dari klan Lab Sunter, Jakarta Utara, yang kabur ke Bali.

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, saat merilis kasus laboratorium narkoba di Vila Tibubeneng Senin (13/5/2024) menegaskan modus pemasaran dan promosi produk ganja hidroponik dan mephedrone itu dilakukan secara daring forum darknet jaringan hydra Indonesia (Darknetforum 2 roads.cc) di aplikasi Telegram.

Beberapa grup Telegram tersebut seperti Bali Hydra Bot, Cannashop Robot, Bali Cristal Bot, Hydra Indonesia Manager dan Mentor Cannashop.

“Nanti ditempelkan (sambil menunjuk titik/tempat). Mungkin kalau orang melihat, ‘ini apa sih’. Orang awam lewat-lewat saja, tidak tahu. Ternyata itu kode untuk orang beli narkoba,” ucap Komjen Wahyu.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengungkap lokasi atau titik-titik yang dipasangi kode rahasia tersebut, termasuk di kawasan Canggu dan sekitarnya. Polisi bahkan mengendusnya sampai ke wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar.

“Ada, ada, ada. (Kode). Coba cek sampai Ubud ada itu. Dipilok, dipilok (dibubuhi cat semprot). Selain Ubud, Canggu. Sementara itu dulu yang kami tahu,” kata Mukti Juharsa.

(Arm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.