Hukum  

Pusat Bantuan Hukum Lembaga Investigasi Negara Sampaikan Somasi Kepada Terduga Pelaku Pemalsuan Dokumen Tanah

Hallonusantara.com || Tangerang – Lebih kurang 4 (empat tahun) kasus perselisihan tanah di wilayah Tangerang provinsi Banten  belum juga usai, PBH LIN (Lembaga Investigasi Negara) DPC Bekasi Raya sampaikan somasi kepada terduga pelaku dan sampaikan surat klarifikasi untuk Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan pada Jum,at (20/01/2023).

Omon selaku perwakilan ahli waris yang sah dari almarhumah ibu Armah/Odah merasa keberatan dengan adanya kejadian itu, dirinya dan beberapa ahli waris yang sah mencoba menempuh jalur mediasi untuk memperoleh informasi atas hak-hak yang memang seharusnya dirinya dan beberapa saudaranya yang mendapatkan hak.

Dari pantauan awak media di lokasi, team pusat Bantuan Hukum Lembaga Investigasi Negara DPC Bekasi Raya mencoba menyambangi beberapa rumah dan mengirimkan surat somasi kepada yang diduga pelaku pemalsuan dokumen tanah tersebut, namun dari beberapa rumah yang di sambangi tidak ada satupun yang bisa di temui secara langsung.

Pusat Bantuan Hukum Lembaga Investigasi Negara langsung bergegas menuju Kantor Kelurahan Prigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, namun sayang team PBH (Pusat Bantuan Hukum) Lembaga Investigasi Negara sesampainya di Kantor Kelurahan Prigi tidak di terima dengan baik oleh Staf dan Sekretaris Kelurahan.

Miris, Hendi selaku Sekretaris Kelurahan Prigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan awalnya hanya mengaku sebagai Staf Kelurahan, akan tetapi saat dikonfirmasi berikutnya Hendi mengakui bahwa dirinya adalah seorang Sekretaris Kelurahan Prigi Baru.

Omon selaku salah satu ahli waris dari ibu Armah/Odah saat di mintai keterangan oleh awak media mengatakan, bahwa ia sudah berulang kali meminta kepada pihak Keluran untuk memberikan klarifikasi terkait hak warisnya.

“Saya sudah beberapa kali meminta kepada pihak pemerintah kelurahan Prigi baru untuk memberikan klarifikasi terkait hak waris, dan saya juga sering meminta letter c, atau draf pertanahan yang ada di kelurahan Prigi baru demi mendapatkan informasi, akan tetapi seluruh permintaan saya tidak pernah di gubris oleh pihak pemerintah kelurahan seakan-akan saya tidak di anggap, Sampai saat ini permasalahan ini telah berlangsung lebih kurang 4 tahun,” ucap omon.

Mengetahui hal tersebut Awak media langsung mengkonfirmasi Pusat Bantuan Hukum Lembaga Investigasi Negara DPC Bekasi Raya yang memang sedang mendampingi klien nya.

“Iya kedatangan saya dan tim Pusat Bantuan Hukum Lembaga Investigasi Negara DPC Bekasi Raya ke Kelurahan Prigi ini untuk menyerahkan surat klarifikasi dari kami untuk Kelurahan Prigi Baru dan Kecamatan, tidak hanya itu tadi juga kami sudah berikan surat somasi pertama untuk sodara h Epen dan lainnya,” ucap AH Balubun, S.H.

“Saya berharap kepada semua yang memang sudah menerima surat somasi dan klarifikasi dari tim PBH LIN DPC Bekasi Raya dapat bersikap kooperatif sebagaimana mestiny,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu Omon dalam Konferensi Pers nya kepada Awak media di depan Kantor Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan mengatakan, bahwa ia sudah menempuh jalur mediasi namun hasilnya nihil.

“Kami sudah tempuh step bay step jalur mediasi namun hasilnya nihil, kali ini saya dan kuasa hukum saya melayangkan beberapa surat somasi kepada H Epen dan yang lainnya, sebagai bentuk teguran, tidak hanya itu kami juga menyampaikan surat klarifikasi untuk Kelurahan dan Kecamatan, semua sudah di terima oleh masing-masing pihak, dan saya berharap semuanya koperatif. Apabila Surat kami tidak di gubris maka saya dan kuasa hukum saya akan menempuh jalur hukum sebagaimana,” tutupnya.(Andri)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments