Hukum  

Tanpa Jeda Kejari Karawang Terus Lakukan Puldata Dan Pulbaket Masalah Pokir, Agung : Kita Support Dengan Agenda Aksi Simpatik

Hallonusantara.com || KARAWANG – Semakin seriusnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dalam melakukan proses penyelidikan soal dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang Tahun Anggaran 2020 dan 2021 mendapat banyak dukungan dari masyarakat.

Beberapa elemen masyarakat menganggap, bahwa Kejari Karawang memang benar – benar serius menanganinya. Hal itu terbukti, ketika informasi akurat didapat oleh kalangan awak media. Tim gabungan penyelidik, tanpa jeda terus melakukan penggalian data dan keterangan dari berbagai kalangan yang berkaitan dengan aspirasi anggota DPRD Karawang.

Selain dari pada itu, ada kalangan tertentu yang terus fokus menyoroti jalannya proses hukum yang sudah berjalan sejak April 2022 lalu. Sampai ada elemen masyarakat yang dengan suka rela membentuk Tim Independen untuk memantau program pembangunan yang bersumber dari usulan aspirasi masyarakat yang dititipkan melalui Pokok – Pokok Pikiran (Pokir) 50 anggota DPRD Karawang.

Dibentuknya Tim 9 untuk memperhatikan gerak – gerik pihak tertentu, informasinya sudah bergerak sejak Senin 11 Juli 2022. Keberadaan tim tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya titipan pemborong pekerjaan konstruksi Pokir yang dititipkan anggota DPRD Karawang.

Agung Lesmana mengatakan, “Saya pribadi mendukung langkah suka rela Tim 9. Atas kepeduliannya itu, saya anggap memiliki tujuan yang sangat baik. Agar di Tahun Anggaran 2022 kali ini, indikasi dugaan transaksional proyek Pokir tidak terulang kembali, yang pada akhirnya merepotkan banyak pihak,” Rabu, (13/7/2022).

Ia juga mengungkapkan, “Karena bagaimana juga, dugaan adanya jual beli proyek pokir yang sedang ramai diperbincangkan, bukan sebatas isapan jempol belaka. Sebab berdasarkan informasi yang dimuat pada pemberitaan media – media mainstream, ada anggota Dewan yang secara terang – terangan mengakui telah mengembalikan uang kepada pemborong, akibat janjinya akan memberikan paket pekerjaan berupa proyek pokir tidak dapat dipenuhinya,”

“Malah sebelumnya, ada salah seorang pengacara pemborong dengan jelas menyampaikan kepada publik melalui pemberitaan media massa juga, bahwa pihaknya mengalami kesulitan dalam memfasilitasi mediasi antara cliennya dengan terduga oknum anggota DPRD Karawang. Hingga akhirnya menempuh upaya hukum berupa somasi,” ulas Agung

“Artinya, kalau sampai ada langkah serius begitu. Indikasi dugaan jual beli proyek Pokir antara terduga oknum anggota DPRD Karawang dengan terduga oknum pengusaha, memang patut diduga terjadi? Maka sangat lah tidak heran, apa bila Kejaksaan begitu serius menanganinya, sebab memang petunjuknya dianggap ada,” terangnya

Masih menurut Agung, “Oleh karena itu, saya sendiri bersama rekan – rekan akan mengambil peran dalam memberi dukungan terhadap Kejaksaan Karawang. Rencananya diakhir bulan Juli ini, akan melakukan aksi unjuk rasa secara damai ke kantor Kejari Karawang dengan membawa spanduk – spanduk yang bertuliskan dukungan untuk Kejaksaan,”

“Dimulai pada hari ini, saya dengan beberapa kawan akan memulai penggalangan kelompok masyarakat yang berbasiskan massa. Agenda ini juga sebagai upaya untuk menghalangi kemungkinan adanya tim lobi. Meski pun pada prinsipnya, saya bersama masyarakat memiliki keyakinan, kalau Kejaksaan Karawang memiliki integritas yang sangat tinggi, dan tidak mungkin bisa dilobi – lobi,” tegasnya

“Rencananya aksi nanti bukan hanya sebatas membentangkan spanduk, tapi akan kami berikan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan yang setinggi – tingginya untuk Kejaksaan Karawang yang dengan serius menangani dugaan transaksional proyek Pokir,” pungkasnya. (Alhas)

1 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments