Kompak, Warga Dan Pengelola Waduk Jatiluhur Turun Tangan Basmi Eceng Gondok

By Admin 23 Nov 2021, 16:56:28 WIB Sosial
Kompak, Warga Dan Pengelola Waduk Jatiluhur Turun Tangan Basmi Eceng Gondok

Keterangan Gambar : Kompak, Warga Dan Pengelola Waduk Jatiluhur Turun Tangan Basmi Eceng Gondok


Hallonusantara.com - Purwakarta, JABAR

Eceng Gondok yang menutup areal perairan waduk Jatiluhur hampir 520 hektar hingga kini masih belum ditindaklanjuti.

Namun, akhir pekan kemarin, warga di kampung serpis dan beberapa perwakilan pengusaha kolam jaring apung berembuk untuk mencari solusi terbaik dalam upaya membersihkan keberadaan eceng gondok yang sangat mengganggu jalur transportasi angkutan perahu di wilayah tersebut.

Baca Lainnya :

Rapat yang digelar Minggu (21 Nopember 2021) di mess atlet dayung kampung serpis, antara warga, beberapa perwakilan pengusaha bandar ikan, nahkoda perahu dan petani ikan jaring apung ini dihadiri pula oleh Dedi Sutardi, anggota DPRD Purwakarta komisi II dari fraksi PKS yang memang berdomisili di wilayah tersebut.

Ditanya hasil dari pertemuan tersebut, Dedi Sutardi mengaku sebelumnya telah mendatangi pihak PJT II, BUMN yang mengelola waduk jatiluhur untuk berkoordinasi terkait keluhan warga atas semakin banyaknya Eceng Gondok ini.

Menurut Dedi, hasil koordinasinya tersebut menjadi dasar pertemuannya bersama warga dan para pengusaha bandar ikan, nahkoda perahu serta petani ikan, yang dibahas pada rapat kali ini.

"Saya sudah koordinasi dengan PJT II, dalam hal ini divisi bendungan, pada jum'at lalu (15 Oktober 21-red), didampingi salah satu perwakilan koordinator nakhoda perahu blok dermaga serpis, pak Bambang. Nah diterima oleh pihak PJT II, ada Pak Mario Mora Pangestu sebagai general manajer wilayah IV. Pak Satriyo Edi Purnomo sebagai manajer pengelola bendungan Ir. H. Djuanda, Pak Nurzamzam fadilah majid sebagai asisten manajer pengelolaan bendungan Ir. H.Djuanda, serta Komandan Sektor 14 yg juga turut hadir. Dari pertemuan tersebut ada beberapa hal yang sangat penting yang bisa saya sampaikan bahwa mengingat kondisi Jatiluhur darurat untuk penyebrangan masyarakat kami minta pihak PJT2 menyiapkan pelayanan darurat,dan Pihak PJT2 siap menyiapkan perahu rescue (sejenis perahu penarik kapal tongkang),tapi yang bersifat darurat kemanusiaan, karena biasanya perahu kalau masuk ke tanaman eceng ini akan terjebak tidak bisa maju maupun mundur.

Kemudian pihak PJT2 siap menyediakan alat berat apabila ada kelompok masyarakat meminta, asal wilayahnya yang memang strategis mudah mengangkat serta ada lokasi untuk membuang tanaman ini.", Beber Dedi menceritakan kronologis pertemuannya dengan pihak PJT II.

Menindaklanjuti pertemuannya dengan pihak PJT II termasuk adanya hal yang sama yang disampaikan oleh perwakilan Paguyuban Petani Ikan (PPI), maka dapat diputuskan bersama antara PJT II, Dansektor 14, petani ikan, nahkoda perahu termasuk Desi sendiri sebagai perwakilan pemerintahan, untuk membersihkan eceng gondok dengan cara swadaya gotong royong bersama seluruh elemen masyarakat.

"Termasuk kita dapat bantuan alat berat dari PJT II berupa Beko dengan modifikasi khusus serta alat angkut Dum truk. Dibantu pekerja dari para petani dan nahkoda perahu dengan sistem piket.", Tambah Dedi.

Pantauan di lapangan, pada Senin kemarin (22 NOV 2021), pengangkatan eceng ini mulai dilakukan warga yang difokuskan di dermaga serpis dan pelabuhan bongkar muat hasil ikan zona serpis. Tampak ikut dari unsur TNI satgas Citarum harum, satpolair, dinas perhubungan dan dari PJT 2 menurunkan 2 unit alat berat beko ampibi dan dumptruk.

Sementara pihak PJT2 sendiri pun tetap melakukan pengangkatan di area bendungan utama jadi sekarang ada 2 titik pengangkatan yg menggunakan alat berat,dan di pesisir lain pun masyarakat masih tetap ada pengangkatan secara manual.

Diharapkan kedepan seluruh masyarakat yang memang mencintai danau dan juga menggantungkan ekonomi nya hidup di danau Jatiluhur bisa swadaya seperti yg sudah dilakukan di beberapa desa pesisir waduk.

"Bagi saya hal baik ini tetap terjaga antara pihak pengelola waduk serta semua unsur masyarakat bersama pemerintah daerah karena kalau bukan kita siapa lagi yg akan menjaga danau terutama untuk masa depan anak cucu kita.", Tutup Dedi.

Kegiatan pembersihan eceng gondok di permukaan air waduk Jatiluhur akan terus dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan, hingga keberadaan eceng gondok ini memang betul-betul hilang dari waduk Jatiluhur. (Asmadi Bahirun)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment