Menanggapi Video Viral Anak Sekolah Konvoi Kendaraan Bermotor Sambil Mengacungkan Samurai, Ini Kata Kadisdik Purwakarta

By Admin 13 Nov 2021, 19:24:27 WIB Pendidikan
Menanggapi Video Viral Anak Sekolah Konvoi Kendaraan Bermotor Sambil Mengacungkan Samurai, Ini Kata Kadisdik Purwakarta

Keterangan Gambar : Dr.H.Purwanto, M.Pd.(Kadisdik Kab.Purwakarta)


Hallonusantara.com - Purwakarta, JABAR

Beberapa hari kebelakang, masyarakat Purwakarta dihebohkan beredarnya video yang sempat viral di medsos WhatApps. Dari tayangan video itu, sejumlah anak usia sekolah yang mengaku sekolah di salah satu SMP Negeri (SMPN) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat konvoi menggunakan sepeda motor sambil mengacung-acungkan senjata tajam samurai.

Untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, wartawan media ini meminta tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Purwanto, M.Pd, Sabtu (13/11/2021) melalui telepon selularnya,Mengatakan,Menyikapi beredarnya video konvoi kendaraan bermotor yang terjadi dan melibatkan beberapa anak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menegaskan bahwa Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 8 Nopember 2021 jam 12.30 di seputar Kawasan ITC Indosat Jatiluhur.

Baca Lainnya :

"Konvoi kendaraan tersebut terjadi di luar jam sekolah, karena anak-anak sudah pulang dari sekolahnya"Katanya.

Masih menurut Kadisdik,Konvoi diikuti oleh beberapa orang siswa aktif, alumni, dan anak remaja yang pernah bersekolah pada tiga sekolah sebagaimana disebutkan pada video tersebut dan statusnya drop out (DO) dari sekolah.

Siswa aktif yang terlibat dalam konvoi kendaraan bermotor seluruhnya berjumlah 17 orang dan selebihnya merupakan pihak luar atau alumni dan anak remaja yang DO dari sekolah.

Siswa aktif yang terlibat mengaku hanya ikut-ikutan dan takut ancaman dari alumni dan anak remaja yang DO dari sekolah mereka, Senjata tajam yang terekam pada video tersebut milik dari salah seorang anak remaja yang DO dari sekolah.

Oknum remaja yang memprovokasi terjadinya konvoi tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangan lebih lanjut.

Berkenaan dengan penanganan perkara, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Kepolisian Resort Purwakarta yang telah bertindak cepat dan mengamankan para pelaku yang meresahkan masyarakat.Sebagai tanggapan terhadap kepeduliaan dari berbagai pihak terhadap Pendidikan terkait dengan peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mengucapkan terima kasih dan menghimbau:;

Untuk menempatkan masalah secara obyektif, tidak melakukan generalisasi peristiwa tersebut sebagai kegagalan pendidikan, karena masih banyak anak-anak baik dan berprestasi hasil atikan dan didikan guru di sekolah dibandingkan dengan anak-anak yang konvoi itu.

Menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran dan kesadaran semua pihak, terutama orang tua agar memberikan pengawasan kepada putera[1]puterinya. Patuhilah larangan sekolah supaya tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anak dengan alasan apapun, pertimbangkan bahaya yang mengancam keselamatan dan penyalahgunaan motor sebagaimana yang terjadi pada rekaman video;

Semua pihak untuk bahu membahu dalam membimbing anak-anak. Peristiwa sebagaimana yang terekam pada video bukan semata-mata kesalahan anak-anak, tetapi belum maksimalnya perhatian dan pembinaan anak-anak, baik dari pihak keluarga, masyarakat, dan sekolah/pemerintah.

Sebagai bentuk tanggung jawab pendidikan dari peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta akan melakukan Langkah-Langkah  Dengan Mengundang seluruh siswa aktif yang terlibat dan orang tuanya supaya hadir di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta untuk dimintai keterangan dan diberikan pengarahan;

Seluruh Siswa aktif dari ketiga sekolah yang terlibat akan diberikan sanksi dari pihak sekolah sesuai dengan kesalahannya sekaligus diberikan pembinaan dengan melibatkan psikolog dan dititipkan di pondok pesantren selama mereka mendapatkan sanksi dari sekolah.

Mendorong para kepala sekolah agar melakukan Langkah Prepentif  Mengaktifkan Tim Gerakan Disiplin Sekolah (GDS) untuk melakukan patroli kedisiplinan sekolah. (Budi P/Asmadi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment