Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh Mengimbau, Masyarakat Untuk Menolak Politik Uang

Hallonusantara.com || JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh mengimbau, masyarakat untuk menolak politik uang, termasuk ‘serangan fajar’ jelang hari pencoblosan Pemilu 2024.

Menurut Niam, proses memilih pemimpin harus didasarkan pada pertimbangan kompetensi mengemban amanah kepemimpinan guna mewujudkan kemaslahatan umum, bukan karena iming-iming pemberian harta.

“Tidak boleh memilih karena sebab sogokan atau pemberian harta semata. Orang yang akan dipilih, atau yang mencalonkan diri juga tidak boleh menghalalkan segala cara untuk dapat dipilih, seperti menyuap atau dikenal dengan serangan fajar,” kata Niam (13/2/2024).

Ia mengingatkan bahwa MUI telah menetapkan fatwa yang berkenaan dengan hal suap-menyuap dalam Pemilu, melalui forum Ijtimak Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia

“Hukumnya haram. Menerima sogokan politik yang kemudian mendorong orang untuk memilih orang yang tidak kompeten hukumnya haram,” tegas Asrorun Niam Sholeh.

Niam juga mengajak, masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif jelang pencoblosan dalam Pemilu yang akan dilaksanakan pada Rabu 14 Februari 2024. Ia mengatakan, Pemilu merupakan instrumen untuk mewujudkan tujuan bernegara, kedamaian, serta kesejahteraan umum.

(Rq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.