Pemudik Dan Wisatawan Menumpuk di Puncak, Jalur Arus Balik Macet Hingga 17 Km

Hallonusantara.com | | CIANJUR – Kemacetan yang terjadi pada arus mudik adalah hal biasa yang dirasakan oleh sejumlah kalangan pengguna moda transportasi darat yang hendak kembali mudik, baik pengguna R4 maupun R2, terutama saat sesudah mudik Lebaran.

Volume kendaraan arus balik Lebaran mulai banyak terjadi di berbagai titik, termasuk di jalur Puncak Cianjur. Tampak pada siang hingga sore, kemacetan sudah mencapai 17 kilometer dengan buntut mencapai Pasar Cipanas, Cianjur. Pada Kamis,(05/05/2022).

Hal itu disebabkan naiknya volume kendaraan arus balik.

Tak hanya pemudik yang hendak jalani arus balik Lebaran, kemacetan panjang ini juga disebabkan banyaknya wisatawan yang mengunjungi sejumlah tempat wisata di Puncak Bogor dan Cianjur.

Berbagai rekayasa lalu lintas dilakukan oleh petugas Satlantas yang berada dilokasi guna mengurai kemacetan dari yang menyebabkan kendaraan tertahan, meskipun  hanya bisa melaju beberapa ratus meter saja setelah lama berhenti.

Rekayasa lalu lintas yang sudah sering dilakukan ini bersifat kondisional, melihat

kondisi di lapangan. Jika memang butuh mengurai kemacetan, maka rekayasa akan diterapkan.

Diketahui untuk jalur Puncak Bogor hingga Cianjur para petugas beberapa kali sudah menerapkan sistem one way dan contra flow dalam rekayasa lalu untuk mengurai kemacetan.

Dikatakan oleh sopir yang membawa keluarga yang akan kembali dari mudiknya ia mengatakan, “cukup lelah duduk didepan kemudi ini, tapi apa boleh buat saya harus sabar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “saya menghimbau kepada teman-teman yang akan pulang mudik, jika tidak terlalu ada kepentingan yang harus dikejar, kecuali seperti untuk memulai kerja bagi karyawan swasta ataupun pemerintah. Bagi yang mau berwisata atau liburanmah lebih¬† baik ditunda dulu, apalagi membawa keluarga yang dibawa termasuk ada balitanya, mending tunda dulu kasian.” Pungkasnya (jsd-HN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *