HALLO NUSANTARA || KABUPATEN BEKASI — Warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang anak di bawah umur yang diduga masih berstatus pelajar SMP. Korban ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Kampung Srengseng pada Selasa (13/10/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terungkap setelah Ketua RT setempat, Ahmad, menerima laporan dari warga mengenai adanya keributan di wilayah tersebut sekitar pukul 03.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, Ahmad langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Namun, saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), suasana sudah sepi. Ia kemudian mendapati seorang anak dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah di pinggir jalan.
Menurut keterangan Ahmad, korban diketahui masih duduk di bangku kelas III SMP. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka yang diduga akibat senjata tajam pada bagian leher, punggung, dan pinggang korban.
Berita Terkait
Polsek Setu Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu, Satu Pria Diamankan Bersama Barang Bukti
12 Okt 2026 · Redaksi 1
Penemuan jasad tersebut sontak menimbulkan keresahan sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan kronologi kejadian, termasuk apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, motif dan penyebab pasti kematian korban belum diketahui. Pihak yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan.
Untuk mengungkap kasus ini, aparat kepolisian dari Polsek Sukatani bersama Polres Metro Bekasi melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap penyebab kematian korban. Polisi juga diharapkan dapat menelusuri rangkaian peristiwa sebelum kejadian, mengumpulkan keterangan para saksi, serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat korban merupakan anak di bawah umur yang diduga masih berstatus pelajar.
Publik pun menantikan perkembangan penyelidikan kepolisian agar peristiwa tersebut dapat terungkap secara terang dan penanganannya berjalan sesuai ketentuan hukum.
(Rifqi)















