Daerah

Sampah Menggunung di Bantaran Cisarua, Kebiasaan Lama Cemari Sungai

103
×

Sampah Menggunung di Bantaran Cisarua, Kebiasaan Lama Cemari Sungai

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Tumpukan sampah liar di Kampung Pasir Haur, kawasan bantaran Sungai Cisarua, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali dikeluhkan warga pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sampah yang menumpuk di sekitar tebing pinggir sawah warga dan aliran sungai itu disebut telah menjadi persoalan lama, bahkan berlangsung turun-temurun.

Persoalan ini bukan sekadar mengganggu pemandangan. Warga mengeluhkan bau busuk yang menyengat, aliran air yang tersumbat, serta sampah yang mencemari saluran air yang biasa dialirkan menuju masjid. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan dan kualitas air yang digunakan masyarakat.

Usup, warga RT 04 RW 05, Desa Sinanglaya, mengatakan kebiasaan membuang sampah di kawasan tersebut telah berlangsung sejak generasi sebelumnya.

“Sudah dulu, dari kakek-nenek lah, udah turun-temurun,” kata Usup saat diwawancarai di lokasi, Minggu, 18 Oktober 2026.

Menurut Usup, pemerintah desa setempat pernah menutup area yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah liar. Namun, upaya tersebut belum menghentikan praktik pembuangan sampah. Sebagian warga, kata dia, masih membuang sampah di sekitar jembatan hingga menumpuk dan meluber ke aliran Sungai Cisarua.

Ia menduga tumpukan tersebut merupakan akumulasi sampah yang dibuang warga sekitar. Sampah yang tidak tertangani itu kemudian mengganggu aliran sungai dan mengotori saluran air yang biasa dimanfaatkan untuk kebutuhan masjid.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa penutupan lokasi pembuangan saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan apabila tidak disertai pengawasan, pengelolaan sampah yang memadai, dan perubahan perilaku masyarakat.

Warga Akui Sampah Berasal dari Lingkungan Sekitar

Keluhan serupa disampaikan Didin, warga RT 02, Desa Cipanas. Ia mengakui bahwa pembuangan sampah oleh warga sekitar menjadi bagian dari persoalan yang terjadi di kawasan tersebut.

“Ya kurang tahu saya kalau soal teguran. Yang buang sampah ya warga sini juga,” ujar Didin.

Pernyataan Didin menguatkan adanya persoalan perilaku masyarakat, tetapi belum menjelaskan siapa saja yang membuang sampah, seberapa luas wilayah yang terdampak, ataupun apakah teguran dan penindakan pernah dilakukan secara resmi.

Di sisi lain, belum tersedia keterangan dari pemerintah desa, pemerintah Kecamatan Cipanas, maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur mengenai kondisi terkini lokasi tersebut, upaya penanganan yang telah dilakukan, serta rencana pencegahan agar pembuangan sampah tidak kembali terjadi.

Karena itu, penyebab dan tanggung jawab atas persoalan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Penanganan Tidak Cukup dengan Menutup Lokasi

Tumpukan sampah di bantaran sungai memperlihatkan persoalan yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menutup titik pembuangan. Tanpa alternatif pembuangan yang memadai dan pengawasan berkelanjutan, sampah berpotensi kembali menumpuk di lokasi yang sama atau berpindah ke titik lain.

Warga berharap pemerintah melakukan pembersihan, menertibkan pembuangan sampah sembarangan, serta menyediakan sistem pengelolaan sampah yang dapat diakses masyarakat. Pengawasan dan edukasi juga diperlukan agar sungai tidak terus dijadikan tempat pembuangan limbah rumah tangga.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai langkah penanganan terbaru di bantaran Sungai Cisarua. Konfirmasi mengenai kondisi lingkungan, riwayat penutupan lokasi, dan rencana pengelolaan sampah diperlukan untuk memastikan penyelesaian persoalan tersebut.

Selama pembuangan sampah terus berulang dan penanganannya belum tuntas, bantaran Sungai Cisarua berisiko tetap menjadi tempat penumpukan sampah yang merugikan lingkungan dan kenyamanan warga.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses