HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Jajaran Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut berkaitan dengan verifikasi dan validasi kesiapan koperasi sebelum beroperasi.
Kepala Desa Cipanas, M. Agus Sahputra, S.Sy., mengatakan KDKMP di desanya telah memiliki gedung, kendaraan, peralatan pendukung, serta kepengurusan yang dibentuk sejak 2025. Koperasi tersebut juga memiliki sekitar 300 anggota.
Menurut Agus, berdasarkan hasil verifikasi dalam kunjungan tersebut, KDKMP Desa Cipanas dinyatakan siap. Namun, sejumlah kebutuhan operasional masih memerlukan tindak lanjut agar kegiatan koperasi dapat berjalan secara optimal.
“Harapan kami, KDKMP Desa Cipanas segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Agus.
Ia menjelaskan, pengurus koperasi telah menjalankan kegiatan perdagangan terbatas dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak, untuk dijual kepada anggota.
Agus berharap KDKMP dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama hasil pertanian, sayuran, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dihasilkan masyarakat Desa Cipanas.
Menurut dia, koperasi juga berpeluang menjalin kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan mempertimbangkan kebutuhan program dan potensi yang tersedia di desa. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM setempat.
Komandan Koramil 0608-04 Cipanas, Kapten Kav. Ma’rufin, mengatakan kunjungan jajaran Danpuspom TNI berkaitan dengan proses verifikasi dan validasi KDKMP di wilayah Kecamatan Cipanas.
Ia berharap peninjauan tersebut dapat mendorong percepatan operasional koperasi sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang kompetitif.
Sementara itu, Camat Cipanas, Dindin Amaludin, A.KS., mengatakan pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan pemerintah desa untuk mendukung pelaksanaan program KDKMP.
Menurut Dindin, koordinasi antarlembaga diperlukan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan koperasi. Ia berharap KDKMP Desa Cipanas dapat menjadi contoh pengelolaan koperasi di tingkat kabupaten hingga nasional.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan operasional masih memerlukan tindak lanjut, termasuk dukungan distribusi barang dan penyelesaian administrasi kendaraan operasional.
Pemerintah desa berharap koperasi dapat segera menjalankan kegiatan usaha secara penuh, sekaligus mendukung pemasaran hasil pertanian dan produk UMKM masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan terperinci mengenai jadwal peluncuran resmi KDKMP Desa Cipanas maupun target waktu operasional penuh dari pihak berwenang.
(Bet)















