Peristiwa

Anak Krakatau Erupsi Menerus Pasca-Level III Siaga, BNPB Tegaskan Belum Ada Potensi Tsunami

71
×

Anak Krakatau Erupsi Menerus Pasca-Level III Siaga, BNPB Tegaskan Belum Ada Potensi Tsunami

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || LAMPUNG — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih sangat tinggi. Gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut tercatat mengalami erupsi secara menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.07 WIB hingga Sabtu pagi. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga) sejak penetapannya pada 2 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan pengamatan visual, erupsi tipe Strombolian ini memunculkan fenomena “Lava Fountain” atau air mancur lava berwarna merah menyala yang memuntahkan batu pijar serta abu vulkanik. Kolom asap kawah berwarna kelabu hingga hitam teramati membumbung tinggi sekitar 100 hingga 400 meter di atas puncak. Meski pada Sabtu (5/9/2026) pagi asap kawah sempat tak teramati, pendaran air mancur lava masih terlihat jelas.

Suara dentuman dan gemuruh dari aktivitas letusan dilaporkan terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api di Pasauran, Banten. Getaran dan dentuman tersebut bahkan dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah Banten, Lampung, hingga Jawa Barat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat data kegempaan yang cukup tinggi pada Jumat (4/9/2026) periode pukul 18.00–24.00 WIB.

Dalam rentang waktu enam jam tersebut, terekam 6 kali gempa letusan, 8 kali hembusan, 39 kali gempa frekuensi rendah, 35 kali gempa “hybrid”, serta gempa tremor yang terjadi secara menerus.

Peningkatan aktivitas magmatik ini juga sempat menyebabkan kamera CCTV pengamatan di lokasi padam akibat terkena lontaran material pijar.

Menanggapi kondisi ini, PVMBG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati area kawah dalam radius berbahaya 3 kilometer.

Masyarakat juga diminta untuk tidak nekat mendekat hanya demi mengabadikan foto atau video.

BNPB mengimbau warga di pesisir Banten dan Lampung agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar. Potensi tsunami akibat keruntuhan material terbilang kecil karena ukuran tubuh gunung pasca-erupsi besar 2018 masih relatif kecil.

Kendati demikian, warga tetap diminta menyiapkan jalur evakuasi mandiri dan selalu memantau perkembangan informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia (magma.esdm.go.id) serta kanal BPBD setempat.

(Rifqi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses