Peristiwa

Mobil Kijang Pengangkut BBM Terbakar Saat Pindahkan Jeriken di Cimacan, Pemilik Alami Luka Ringan

143
×

Mobil Kijang Pengangkut BBM Terbakar Saat Pindahkan Jeriken di Cimacan, Pemilik Alami Luka Ringan

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Sebuah mobil Kijang Super dengan nomor polisi F 1377 BK terbakar saat proses pemindahan bahan bakar minyak (BBM) di area parkir Restoran Ponyo Cimacan, Jalan Raya Puncak KM 85, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Pengemudi sekaligus pemilik kendaraan, Yandi (22), mengalami luka bakar ringan pada kedua tangan dan leher.

Kepada wartawan, Yandi menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 06.45 WIB, sesaat setelah ia membeli 49 liter BBM dari SPBU Hanjawar. Seperti rutinitasnya selama delapan tahun, ia kemudian memarkir mobil di halaman Restoran Ponyo untuk memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke enam jeriken menggunakan alat penyedot.

Menurut Yandi, saat proses pengisian jeriken keenam berlangsung, alat penyedot tiba-tiba memercikkan api. Percikan itu menyambar tubuhnya dan langsung menimbulkan kobaran api di dalam mobil. “Pas lagi nyedot yang terakhir, alatnya langsung ngeluarin percikan. Api langsung nyamber,” ujar Yandi.

Sadar situasi memburuk, Yandi segera keluar dari kendaraan, sementara api cepat membesar dan membakar seluruh bagian interior mobil. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera meminta bantuan ke Pemadam Kebakaran Cipanas.

Keterangan foto: Dok: ( Bet/HN) korban luka bakar ringan.

Satu unit armada damkar tiba di lokasi pada pukul 07.03 WIB dan melakukan pemadaman hingga api dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 07.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun Yandi mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan medis di RS Cimacan.

Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp40 juta, meliputi kerusakan total mobil Kijang Super serta enam jeriken BBM yang ikut terbakar.

Yandi menyampaikan bahwa aktivitas membeli BBM dari SPBU dan memindahkannya ke jeriken merupakan pekerjaan hariannya. Ia menjual kembali BBM tersebut di pom mini milik ayahnya, Andi, yang berada tinggal di kawasan Villa Permata, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi.

Kapolsek Pacet, AKP Amir Said, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa personel Polsek Pacet bersama Tim INAFIS Polres Cianjur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata kerugian, serta menindaklanjuti beredarnya rekaman kejadian yang sempat viral di media sosial.

“Unit Reskrim Polsek Pacet bersama Unit Reskrim Polres Cianjur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut ,” kata AKP Amir Said.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun aktivitas pemindahan BBM dengan peralatan yang tidak standar kembali menjadi sorotan karena tingginya potensi bahaya, terutama saat dilakukan di lokasi umum.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses