Peristiwa

Akses Jalan Cibanteng–Kubang Terputus Akibat Longsor, Pemdes Apresiasi Respons Cepat Pemkab Cianjur

84
×

Akses Jalan Cibanteng–Kubang Terputus Akibat Longsor, Pemdes Apresiasi Respons Cepat Pemkab Cianjur

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur – Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Cibanteng dengan Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, terputus akibat bencana pergerakan tanah dan longsor. Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama sejumlah instansi terkait bergerak melakukan penanganan darurat serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, Senin (21/7/2026).

Kepala Desa Cibanteng, Muryani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur beserta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), PMI, hingga Pemerintah Kecamatan Sukaresmi.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Cibanteng dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Cianjur, Camat Sukaresmi, BPBD, Dinas Sosial, PMI, serta Dinas Perkim atas perhatian, kepedulian, dan bantuan yang telah diberikan kepada warga kami yang terdampak bencana,” kata Muryani.

Menurut Muryani, putusnya akses jalan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas ekonomi warga. Selain kerugian material, bencana juga menimbulkan beban psikologis bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Ia menjelaskan, titik longsor berada di Kampung Cibuntu RT 01/RW 01, Desa Cibanteng. Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah desa dengan mengacu pada hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), lokasi tersebut merupakan kawasan pergerakan tanah yang berada pada jalur aliran air sehingga kondisi lereng menjadi rentan dan berpotensi mengalami penurunan stabilitas apabila tidak segera ditangani.

Pergerakan tanah di kawasan tersebut diketahui telah terjadi sejak November 2025. Pada 2026, pemerintah mulai melaksanakan pembangunan infrastruktur mitigasi berupa pemasangan bronjong batu dan penguatan lereng menggunakan jaring kawat berisi batu (gabion) di bagian bawah tebing sebagai upaya mengurangi risiko longsor susulan.

Muryani mengatakan panjang badan jalan yang terputus diperkirakan mencapai sekitar 45 meter dengan kedalaman longsoran sekitar 15 meter.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, terutama karena akses penghubung Desa Cibanteng dan Desa Kubang saat ini terputus,” ujarnya.

Pemerintah Desa Cibanteng juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat memicu bencana susulan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana,” kata Muryani.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan wartawan di lokasi pada Senin (21/7/2026), pekerjaan penanganan infrastruktur sedang berlangsung. Namun, hingga saat pemantauan dilakukan, belum terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai pekerjaan maupun nilai anggaran.

Wartawan telah meminta penjelasan kepada salah seorang mandor di lokasi. Yang bersangkutan mengaku hanya bertugas sebagai pelaksana lapangan dan belum dapat memberikan keterangan mengenai proyek tersebut. Ia menyatakan akan berupaya menghubungi pihak pemborong atau pelaksana pekerjaan yang berwenang memberikan informasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemborong maupun instansi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait papan informasi proyek dan rincian anggaran.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses