Peristiwa

Kebakaran Gunung Gede Terkendali, Relawan Koreksi Luasan Area Terdampak

34
×

Kebakaran Gunung Gede Terkendali, Relawan Koreksi Luasan Area Terdampak

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Tim gabungan masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Ketua Organisasi Sukarelawan Montana, Achmad Zaini Takbir alias Kang Kawat, mengatakan kobaran api utama telah berhasil dilokalisasi. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di Posko Montana, Cibodas, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, kebakaran pertama terdeteksi di kawasan Alun-Alun Surya Kencana pada 7 Agustus 2026. Api di lokasi tersebut dapat dipadamkan dalam waktu kurang dari satu hari setelah masyarakat, pedagang, pendaki dan relawan melakukan penanganan awal.

Penanganan kemudian berlanjut setelah muncul laporan kebakaran di kawasan Kawah Wadon. Tim gabungan dari masyarakat sekitar Gunung Putri dan Cibodas, komunitas relawan, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya dikerahkan secara bertahap.

Kang Kawat mengatakan upaya pemadaman di Kawah Wadon menghadapi kondisi medan yang berat. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan akses terhadap sumber air.

“Api berhasil kita lokalisir dengan membuat parit penyekat atau sekat bakar,” kata Kang Kawat.

Menurut dia, proses penanganan berlangsung sekitar tiga hari. Meski demikian, kepulan asap dan titik bara masih terlihat di sejumlah bagian permukaan. Kondisi tersebut, kata dia, dipengaruhi angin dan karakteristik kawasan yang terbakar.

Relawan dan petugas masih melakukan pemantauan agar titik bara tidak berkembang menjadi kobaran baru.

Distribusi air ke lokasi kebakaran juga dilakukan secara manual. Air diangkut menggunakan galon dan wadah penampung dari titik sumber air di sekitar Kandang Badak menuju lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 1,2 hingga 1,3 kilometer.

Kebutuhan logistik selama operasi dipenuhi melalui perbekalan relawan, bantuan dari pos di bawah serta dukungan dari pengelola kawasan Taman Nasional.

Selain perkembangan penanganan, Montana juga memberikan klarifikasi mengenai luas area yang terdampak kebakaran di Kawah Wadon.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah sebelumnya muncul informasi yang menyebut luas kawasan terbakar mencapai sekitar 20 hektare.

Kang Kawat mengatakan, berdasarkan penghitungan manual yang dilakukan relawan dan dikombinasikan dengan citra satelit serta peta topografi, luasan area terbakar di Kawah Wadon diperkirakan berada pada kisaran 4 hingga 5,6 hektare.

“Berdasarkan kalkulasi manual relawan di lapangan yang dikombinasikan dengan citra satelit serta peta topografi, luas area yang terbakar di Kawah Wadon berkisar antara 4 hingga 5,6 hektare,” ujarnya.

Angka tersebut merupakan hasil pemetaan dan penghitungan relawan, sehingga masih perlu ditempatkan sebagai data lapangan dari unsur sukarelawan, bukan sebagai angka resmi pemerintah atau pengelola kawasan sebelum ada hasil pengukuran resmi.

Sementara itu, penyebab munculnya titik api di kawasan Kawah Wadon belum diketahui. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Tim gabungan bersama petugas Taman Nasional juga masih disiagakan di kawasan atas untuk melakukan pemantauan dan memastikan seluruh bara benar-benar padam.

Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Gede kini memasuki tahap pengawasan pascapemadaman. Tahap ini penting untuk mencegah bara yang masih tersisa kembali berkembang menjadi titik api, terutama ketika kondisi angin dan vegetasi memungkinkan api menjalar kembali.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses