Bencana

Tanggul Saluran Air Jebol, Tujuh Rumah di Ciherang Terendam, Satu Rusak Berat

34
×

Tanggul Saluran Air Jebol, Tujuh Rumah di Ciherang Terendam, Satu Rusak Berat

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Jebolnya pondasi saluran air di Kampung Baros, RT 001/RW 010, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menyebabkan tujuh rumah warga terendam banjir dan satu rumah mengalami kerusakan berat, Jumat (30/10/2026).

Peristiwa tersebut juga mengakibatkan dua warga, Jaeludin (45) dan Urip Paridah (47), mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Keduanya dievakuasi ke Rumah Sakit Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Derasnya aliran air, ditambah kondisi saluran yang mengalami penyempitan, diduga menyebabkan tekanan meningkat hingga pondasi saluran jebol.

“Air yang deras ditambah adanya penyempitan saluran air membuat saluran tidak mampu menahan debit air yang datang akibat hujan deras. Akhirnya pondasinya jebol dan membanjiri rumah warga,” ujar Acep.

Menurut dia, posisi sejumlah rumah yang berada tepat di pinggir saluran membuat air langsung masuk ke permukiman ketika pondasi jebol.

“Ya, akibat jebolnya itu ada tujuh rumah yang kebanjiran. Memang di sini banyak rumah warga yang posisinya tepat di pinggir selokan saluran,” katanya.

Setelah kejadian, Pemerintah Desa Ciherang melakukan penanganan awal dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Bupati Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

BPBD Cianjur kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi saluran air dan rumah-rumah warga yang terdampak.

“Alhamdulillah, setelah kami laporkan, pihak BPBD Cianjur langsung datang ke lokasi dan melakukan pengecekan. Tadi sudah dicek langsung kondisi di lapangan,” ujar Acep.

Pemerintah Desa Ciherang berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kerusakan pondasi saluran air, termasuk melakukan perbaikan pada bagian yang jebol dan mengevaluasi penyempitan saluran.

Selain itu, pemerintah desa meminta adanya perhatian terhadap rumah yang mengalami kerusakan berat serta penanganan bagi warga terdampak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian material maupun kepastian waktu perbaikan saluran air tersebut.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses