Hallonusantara.com || CIANJUR – Geger buaya muara jenis (Crocodylus Porosus) lepas dari penangkaran, di Kampung Gunung Calung Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, pada kamis (03/10/2024).
Diketahui buaya tersebut lepas sekitar pukul 11.00 WIB malam.
Hal itu terjadi diduga akibat hujan yang deras sehingga benteng penagkaran jebol dan mengakibatkan buaya yang ada di dalam penangkaran terlepas berhamburan keluar penangkaran dan diduga sebagian masuk ke sungai Cikukulu Cianjur.
Dari hasil data yang di gali awak media di ketahui buaya yang ada didalam penangakaran pada tahun 2018 Sebanyak 80 ekor, yang dititipkan BKSDA kepala seksi konsevasi wilayah ll Kusmara., S.H., kepada Fujianto pemilik lahan.
Hal itu di ungkapkan oleh Ko Nuyan pemilik lahan saat di wawancarai awak media di lokasi penangkaran “Buaya terlepas pada malam hari sekitar pukul 11.00 WIB malam pada saat itu anjing menggonggong, satpam lapor dan buaya turun,” ungkapnya.
Menurut Ko Nuhyan dia tidak mengetahui secara pasti berapa ekor buaya yang lepas namun sampai saat berita ini di tayangkan sebanyak 8 ekor buaya sudah berhasil di tangkap tidak jauh dari lokasi penangkaran oleh pawang buaya yang bekerja di penangkaran.
” Buaya yang ada di penangkaran disini semuanya milik BKSDA sewaktu kecil di titipkan ke penangkaran dengan jumlah 80 ekor pada tahun 2018,” tegasnya.
Hal senada di sampaikan Camat Cianjur Kota Tomtom ” Buaya yang sudah masuk ke sungai gunung calung alhamdulillah sudah di penangkaran, dan kami amati dari tadi malam,” ucapnya.
Sesuai dengan berita acara yang kami terima buaya disini sebanyak 80 ekor yang di titipkan oleh BKSDA Bogor.
“Dan pada hari ini saya mendesak kepada yang punya kolam penangkaran untuk segera membendung aliran sungai dulu sehingga air terbendung,” katanya.
Untuk menyisir lokasi buaya yang terlepas ke sungai pihaknya sudah memerintahkan Kepala Lurah Sayang dan berkerja sama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas serta unsur RT RW untuk menyisir aliran sungai dan tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Dari hasil informasi menurut Tomtom “Satu buaya sudah ada di lokasi sungai sukaluyu dan akan kami telusuri dari Kelurahan Sayang beserta jajaran,” ucapnya.
Di tempat terpisah kepala kelurahan sayang Wiji Eko Pramuji” Tadi malam ada aliran air yang melewati pagar tembok penagakaran jebol, sebetulnya buaya disini itu titipan dari BKSDA makanya pertanggung jawabanya semuanya punya BKSDA dan disini ini itu hanya disimpan dan dari data yang dititipkan disini total 80 ekor tapi secara pastinya belum di ketahui,” bebernya.
Jadi ada peraturan bahwa buaya itu menjadi satwa yang di lindungi, jadi posisi tidak bisa di bunuh dan sebagainya, dan statusnya kepemilikan punya BKSDA.
“Penyisiran masih dilakukan sekarang dan tadi malam juga sudah ada himbauan kepada masyarakat yang ronda malam karena posisi malam gelap,” lanjutnya.
Lanjut Wiji Eko Pramuji Agara, “Masyarakat jangan pergi ke sungai dahulu agar lebih di waspadai kalau mau pergi ke sungai harus membawa alat atau kayu untuk mengecek ada buaya atau tidak,” tutupnya.
(Anwar)













