Peristiwa

BBTNGGP Klarifikasi Video Viral, Aktivitas Asap di Gunung Gede Bukan Kawah Baru

217
×

BBTNGGP Klarifikasi Video Viral, Aktivitas Asap di Gunung Gede Bukan Kawah Baru

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR – Viral sebuah video di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap dari salah satu titik di Gunung Gede menimbulkan spekulasi kemunculan kawah baru. Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memastikan bahwa tidak ada kawah baru yang muncul di kawasan tersebut.

Agus Deni, Humas BBTNGGP, menjelaskan pada Selasa (15/07/2025), bahwa Gunung Gede hanya memiliki tiga kawah aktif, yaitu Kawah Ratu, Kawah Lanang, dan Kawah Wadon. Ia menegaskan bahwa video yang diunggah oleh akun Instagram @andrearamadhaan pada Senin (14/07/2025), memperlihatkan aktivitas dari Kawah Wadon, bukan kawah baru.

“Video itu memang hasil dokumentasi Andrea Ramadhan bersama tim BBTNGGP menggunakan drone FPV atau long range. Tujuannya untuk mendapatkan visual yang lebih dekat dan jelas dari aktivitas kawah,” jelas Agus.

BBTNGGP juga menyatakan bahwa pemantauan terhadap aktivitas Gunung Gede terus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Pemantauan ini dilakukan bekerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. Hingga kini, telah dipasang lima alat pemantauan penting di sekitar Gunung Gede, antara lain:

1. Seismometer – untuk mendeteksi aktivitas gempa vulkanik,

2. GPS – guna memantau pergerakan atau perubahan morfologi gunung,

3. Tiltmeter – memantau deformasi atau perubahan kemiringan permukaan,

4. Infrasound – merekam suara erupsi gunung,

5. Radio Mikrotik – mengirimkan data pemantauan ke Pos Gede dan PVMBG.

 

Menurut laporan terkini dari PVMBG yang diunggah di situs resmi https://magma.esdm.go.id, status aktivitas Gunung Gede masih berada pada Level I atau Normal. Kendati demikian, masyarakat, pendaki, maupun pengunjung diimbau untuk tidak mendekati area kawah aktif, khususnya dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.

Imbauan tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi risiko dan upaya pencegahan terhadap potensi bahaya geologis di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses