Hallonusantara.com || BEKASI — Dukungan keluarga menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan meraih cita-cita. Hal itu pula yang dirasakan Sahril Anwar, pembalap muda road race berusia 14 tahun asal Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur.
Sahril yang kini duduk di kelas 2 SMP mulai menunjukkan ketertarikan dan kemampuan di dunia otomotif, khususnya balap motor. Ia mendapat pembinaan dari Dadan Alamsyah, senior pembalap road race yang selama ini turut mewarnai perkembangan olahraga balap motor di Indonesia.
Bagi Wahyu, ayah Sahril, dukungan terhadap sang anak bukan sekadar karena hobi. Ia melihat adanya potensi dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari masa depan Sahril.
“Saya mendukung bukan sebatas hobi. Saya lebih percaya bahwa karier Sahril memang ada di situ, sehingga keluarga mendukung penuh,” ujar Wahyu kepada wartawan saat ditemui di rumah makan Sate Maranggi Kang Wahyu miliknya yang berlokasi di kp Bugel salam, RT 001/003 Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur.
Menurut Wahyu, ketertarikan Sahril terhadap dunia balap justru menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengarahkan energi dan bakat anaknya ke kegiatan yang positif dan terarah.
“Daripada balap liar, saya melihat potensi dan skill Sahril memang ada di otomotif, khususnya di road race,” katanya.
Wahyu menyadari bahwa perjalanan Sahril untuk menjadi pembalap profesional masih panjang. Karena itu, menurutnya, dukungan keluarga harus dibarengi dengan pembinaan, kedisiplinan, pendidikan, serta pemahaman terhadap keselamatan dalam olahraga balap.
“Yang paling penting anak tetap sekolah, disiplin dan mengikuti proses pembinaan dengan baik. Kalau memang ini jalannya, kami sebagai orang tua akan mendukung dan mengarahkannya,” tutur Wahyu, Rabu (12/08).
Sementara itu, Sahril mengaku bahagia mendapatkan dukungan penuh dari orang tua dan keluarganya. Dukungan tersebut menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Saya senang dan bersyukur orang tua serta keluarga mendukung. Saya akan berusaha mewujudkan cita-cita dan membuat keluarga bangga,” ujar Sahril.
Meski hingga kini Sahril belum mengikuti ajang balap secara resmi, talenta dan kemampuannya mulai mendapat perhatian dari lingkungan pembinaan balap. Sidabu Racing Team menyebut Sahril sebagai salah satu murid yang memiliki talenta cukup menonjol sebagai joki road race.
Potensi tersebut menjadi langkah awal bagi Sahril untuk menapaki dunia balap secara lebih serius. Dengan pembinaan dari Dadan Alamsyah, dukungan orang tua, serta lingkungan yang tepat, Sahril diharapkan dapat berkembang menjadi pembalap muda yang tidak hanya memiliki skill, tetapi juga menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas.
Bagi Wahyu, keberhasilan anak bukan semata-mata tentang menjadi juara di lintasan. Lebih dari itu, ia ingin memastikan bahwa bakat Sahril tumbuh melalui jalur yang positif, terarah, dan mampu menjadi bekal bagi masa depannya.
Kisah Sahril sekaligus menunjukkan bahwa peran orang tua memiliki arti penting dalam perjalanan seorang anak mengejar cita-cita. Ketika bakat diarahkan, didampingi dan didukung dengan tepat, hobi dapat berkembang menjadi prestasi dan bahkan membuka jalan menuju karier profesional. (Ridwan)













