Polemik

Tolak Propaganda LGBTQ, MUI Kabupaten Bekasi Minta Sejumlah Event Massal Dilarang

38
×

Tolak Propaganda LGBTQ, MUI Kabupaten Bekasi Minta Sejumlah Event Massal Dilarang

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || KABUPATEN BEKASI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi dan ormas Islam menyampaikan keberatan dan penolakan terhadap sejumlah kegiatan yang disinyalir sebagai bagian kampanye LGBTQ.

Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si meminta kepada Pemkab Bekasi untuk melarang kegiatan Fun Colour Run Fest 2026 di Aeon Deltamas dan Oktobeer Fest di Meikarta pada tanggal 31 Oktober 2026 serta Bekasi Party Run di Grand Wisata pada 6 Desember 2026.

“Berdasar laporan dari masyarakat berbagai kegiatan tersebut terindikasi berkaitan erat dengan propaganda LGBTQ, ” jelas Kyai Mahmud di Kantor MUI Kabupaten Bekasi, Kamis (22/10/2026).

Kyai Mahmud menambahkah pihaknya menerima banyak laporan, pertanyaan dan kekhwatiran dari ormas islam, majelis taklim terkait kegiatan tersebut dan sangat gencar dipromosikan melalui media sosial.

Untuk itu MUI bersama perwakilan ormas islam mengadakan rapat khusus guna mengantisipasi dampak kegiatan tersebut.
Sebelumnya MUI telah mengeluarkan pernyataan sikap penolakan kegiatan yang mengandung unsur lesbian, gay, biseksual, trangender, queer (LGBTQ) di Kabupaten Bekasi.
Ketua FPI Kabupaten Bekasi Ustadz Dede mengatakan bahwa jika kita membiarkan kemunkaran dan kemaksiatan merajalela, kemudian menjadi raja maka akan lebih sulit untuk memberantasnya.

“Maka lebih baik kita melakukan tindakan pencegahan agar praktik LGBTQ tidak menjadi sesuatu yang seolah dinormalkan ditengah masyarakat, ” ucapnya.

Ketua Gerakan Nasional anti Penyimpangan Seksual (GENAP) Bekasi Raya, Sa’if Alifullah menjelaskan perilaku LGBTQ bisa secara cepat menyebar jika tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan secara serius dan komprehensif.

“Saat ini kegiatan massal yang membawa simbol dan identitas LGBTQ berlangsung secara terbuka dan menjalar di berbagi daerah karena disinyalir mendapat dukungan sponsor yang besar, ” terangnya.


Sa’if menambahkan kampanye dan propaganda LGBTQ telah menjadi agenda internasional yang perlu diwaspadai oleh seluruh komponen umat islam. Perilaku LGBTQ bertentangan dengan ajaran islam dan norma kehidupan masyarakat.
Dhany Wahab dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menyebut pemahaman masyarakat belum merata terhadap LGBTQ sehingga cara penyikapannya sangat beragam, ada yang tegas menolak, acuh tak acuh dan ada juga yang cenderung permisif.

“Untuk itu perlu dilakukan upaya edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda memiliki pemahaman dan alasan mengapa harus menolak perilaku LGBTQ, ” ungkapnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua PCNU KH Enjuk Marzuki, Sekretaris MUI H. Sanukri, Ketua FPI Ustadz Dede, Habib Salim bin Idrus Alatas, Ketua DPD KNPI Nawawi Al Aksi, Wakil Ketua PDM Ustadz Arifin Nurdin, Ketua Genap Bekasi Raya Sa’if Alifullah, Dhany Wahab Habieby dari DDII serta sejumlah perwakilan ormas islam lainnya.

(Rifqi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses