Hallonusantara.com || Cianjur — Krisis air bersih terparah dalam beberapa tahun terakhir melanda lebih dari 1.000 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cicongkok, Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kondisi ini disampaikan langsung oleh Ketua RW 08, Nurodin, saat diwawancarai pada 30 November 2025.
Menurut Nurodin, ribuan warga hingga kini hanya mengandalkan satu bendungan darurat yang dibuat secara swadaya dari bambu dan kayu di aliran Sungai Cibeet. Bendungan itu menopang kebutuhan air rumah tangga, masjid, kegiatan pendidikan, hingga mengairi sekitar 50 hektare sawah.
“Lebih dari seribu KK di wilayah kami bergantung pada air dari Sungai Cibeet. Bendungan darurat yang kami buat sering jebol saat hujan dan mengering ketika kemarau,” ujarnya.
Nurodin menambahkan, warga telah memperbaiki bendungan darurat tersebut berulang kali dalam tiga bulan terakhir memakai biaya patungan serta gotong royong dari sembilan RT.
Ketua RW 09, Suherlan, juga mengungkapkan rasa gelisahnya melihat kondisi warga. Dengan logat khas Sundanya, ia menuturkan bahwa sejak kecil hingga sekarang, baru kali ini ia melihat ibu-ibu dan anak-anak harus ikut serta gotong royong membuat bendungan darurat yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Sementara itu, Ucep, warga Babakan Pesantren yang membina puluhan santri, menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pertanian sangat bergantung pada pasokan air tersebut.
“Kalau air terhenti, aktivitas warga dan para santri langsung terganggu. Sawah pun terancam gagal panen,” jelas Ucep.
Warga Cicongkok kini berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun langsung meninjau kondisi lapangan serta membangun infrastruktur irigasi permanen, agar pasokan air bagi ribuan penduduk dapat terjamin sepanjang tahun.
(Bet)













