Daerah

Keluarga di Cianjur Kehilangan Kontak dengan Putranya di Aceh Tamiang, Upaya Pencarian Terkendala Akses Bencana

110
×

Keluarga di Cianjur Kehilangan Kontak dengan Putranya di Aceh Tamiang, Upaya Pencarian Terkendala Akses Bencana

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Harapan dan kecemasan menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, setelah pasangan Rizki Muharam (42) dan Ria Nisalia Lubis (40) kehilangan kontak dengan putra mereka, Delvin Putra Algifari (14), sejak bencana melanda Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Delvin, siswa kelas 2 SMP Muhammadiyah Kuala Simpang, terakhir kali mengirimkan, sebuah foto swafoto di depan sekolahnya. Sebelum bencana terjadi, kondisi wilayah terdampak mengalami pemadaman listrik, gangguan pasokan air bersih, hambatan distribusi logistik, hingga lumpuhnya jaringan telekomunikasi. Situasi tersebut menyebabkan keluarga tidak mendapat kabar apa pun selama sepuluh hari.

“Dari kelas satu dia sekolah di sana, jadi sudah dua tahun. Sepuluh hari sejak bencana belum ada kabar sama sekali,” ujar Rizki, Minggu.7 Desember 2025.

Rizki menyampaikan bahwa ia berencana melakukan perjalanan ke Aceh untuk mencari keberadaan putranya, meski menghadapi keterbatasan informasi mengenai lokasi yang dapat dituju. Ia menuturkan situasi ketidakpastian membuat keluarganya tidak mampu hanya menunggu tanpa tindakan.

“Kalau menunggu kabar, kami semakin bingung. Jadi kami berencana mencari sendiri,” katanya.

Rizki berharap pemerintah daerah dapat membantu akses keberangkatan dan menyediakan jalur menuju wilayah terkena bencana, mengingat upaya masuk ke kawasan terdampak dilaporkan masih sulit.

“Mudah-mudahan pemerintah Cianjur bisa membantu agar kami bisa menuju ke sana, apakah ikut relawan atau bagaimana pun caranya,” tambahnya.

Di sisi lain, sang ibu, Ria Nisalia Lubis, masih terus mencari informasi melalui keluarga dan kerabat di Aceh Tamiang. Namun hingga kini tidak ada komunikasi yang dapat diakses.

“Hati orang tua pasti sedih ketika tidak mengetahui kabar anak. Saya sudah menghubungi keluarga di sana, tetapi tidak ada akses sama sekali,” ujarnya.

Ria menjelaskan bahwa Delvin bersekolah di Aceh karena keinginannya mendalami ilmu agama dan menghafal Al-Quran. Hal itu menjadi alasan keluarga mendukung pendidikan putra mereka jauh dari rumah.

Ia berharap ada bantuan doa, dukungan moral, serta fasilitas agar ia dan suami dapat berangkat ke lokasi bencana sekaligus membawa bantuan bagi warga terdampak.

“Kami ingin berangkat sambil membawa donasi. Semoga ada titik terang, baik untuk anak kami maupun untuk warga lain yang menjadi korban,” ujarnya.

Meski diliputi ketidakpastian, keluarga ini tetap menjaga harapan agar Delvin ditemukan dalam kondisi selamat.

“Yang penting anak saya sehat dan dalam perlindungan Allah,” ucap Rizki sambil menatap foto terakhir putranya.

Keluarga kini menunggu perkembangan situasi sambil mempersiapkan segala kemungkinan untuk melakukan pencarian langsung ke Aceh Tamiang apabila akses telah memungkinkan.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses