Daerah

DPD FK PKBM Cianjur Gelar Bimtek Penguatan Tata Kelola Pendidikan Kesetaraan, Bupati Tekankan Peningkatan Mutu SDM

35
×

DPD FK PKBM Cianjur Gelar Bimtek Penguatan Tata Kelola Pendidikan Kesetaraan, Bupati Tekankan Peningkatan Mutu SDM

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur – Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD FK PKBM) Kabupaten Cianjur menggelar bimbingan teknis (bimtek) penguatan tata kelola dan efektivitas penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang akuntabel. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Februari 2026 di Palace Hotel Cipanas.

Kegiatan diikuti para pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Cianjur. Bimtek tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur, M. Wahyu Ferdian, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menjangkau masyarakat yang belum memperoleh layanan pendidikan formal.

“Pendidikan kesetaraan melalui PKBM dan SKB menjadi solusi nyata dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat tata kelola lembaga pendidikan nonformal agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di era global,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan harus didukung penguatan kapasitas tenaga pendidik, sistem manajemen yang transparan, serta akuntabilitas pengelolaan program pendidikan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola PKBM, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Cianjur.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, menjelaskan bahwa organisasi tersebut merupakan wadah komunikasi dan koordinasi PKBM yang berdiri sejak 29 Desember 2002 di tingkat pusat, kemudian berkembang hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“FK PKBM dibentuk untuk mewadahi peran serta PKBM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Deni.

Ia menerangkan, FK PKBM memiliki tugas menjalin komunikasi antar lembaga PKBM, menjadi penghubung antara PKBM dengan pemerintah daerah maupun dinas pendidikan, serta membantu menyampaikan berbagai program pemerintah. Selain itu, FK PKBM juga mengoordinasikan berbagai kegiatan seperti rapat koordinasi, pelatihan, seminar, hingga bimbingan teknis.

Menurut Deni, anggota FK PKBM terdiri dari kepala sekolah dan pengelola PKBM serta SKB. Lembaga tersebut menyelenggarakan berbagai program pendidikan nonformal, di antaranya Paket A setara SD, Paket B setara SMP, Paket C setara SMA, kursus keterampilan, pendidikan keaksaraan, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Ia memaparkan, hingga 2024 tercatat sebanyak 83 PKBM di Kabupaten Cianjur telah terakreditasi. Jumlah tersebut meningkat pada akhir 2025 menjadi 251 PKBM dari total 369 PKBM dan 1 SKB. Selain itu, sebanyak 347 lembaga menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang tersebar di 32 kecamatan.

“Melalui kegiatan bimtek ini, kami berharap tata kelola PKBM semakin berkualitas, kapasitas sumber daya manusia pengelola, operator, dan tutor meningkat, sehingga berdampak pada peningkatan IPM Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses