Pendidikan

Pemkab Cianjur dan KCD Perkuat Pengawasan Pelajar Usai Keributan Antarsekolah

34
×

Pemkab Cianjur dan KCD Perkuat Pengawasan Pelajar Usai Keributan Antarsekolah

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelajar untuk mencegah keributan antarsekolah kembali terjadi.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi yang melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Cilaku. Pertemuan berlangsung di Aula Kecamatan Cilaku, Rabu (12/8), setelah terjadi keributan yang melibatkan pelajar SMK Siliwangi dan SMKN 1 Cilaku.

Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan lingkungan pendidikan dan masyarakat tetap aman serta kondusif. Ia meminta tidak ada lagi konflik yang dipicu perbedaan kelompok antarpelajar.

“Kami ingin suasana pendidikan dan masyarakat di Kabupaten Cianjur bisa berjalan aman, nyaman dan tertib. Kami tidak ingin ada perbedaan pendapat di golongan siswa yang satu dengan siswa yang lain,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, penguatan karakter dan kedisiplinan pelajar menjadi bagian penting dalam mencegah kekerasan, baik secara verbal maupun fisik.

Pemkab Cianjur, kata dia, juga mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pembinaan terhadap pelajar. Setelah proses pembinaan dan penegakan kedisiplinan dilakukan, pemerintah daerah akan mendorong kegiatan bersama antarsekolah.

Kegiatan tersebut antara lain bakti sosial, bakti lingkungan dan kegiatan keagamaan. Menurut Wahyu, kegiatan lintas sekolah diperlukan untuk membangun hubungan yang lebih positif di antara para pelajar.

“Sudah tidak zamannya berkompetisi, sekarang zamannya kolaborasi. Kami akan menjadi katalis untuk hal tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh pelajar di Cianjur merupakan bagian dari masyarakat yang nantinya memiliki tanggung jawab bersama dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Wilayah V Jawa Barat Nonong Winarni mengatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Cianjur.

Pengawasan akan dilakukan melalui pengawas sekolah. KCD juga meminta kepala sekolah meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik di lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami akan menguatkan pengawasan melalui para pengawas sekolah ke seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur. Kepala sekolah juga kami minta terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada peserta didik,” kata Nonong.

Selain pengawasan internal sekolah, KCD akan memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa. Koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah juga akan ditingkatkan untuk mencegah potensi konflik antarpelajar.

Nonong mengatakan kegiatan yang melibatkan sejumlah sekolah juga akan diperbanyak. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain jambore, kemah bersama, olahraga dan kegiatan keagamaan.

“Kuncinya adalah memperbanyak kegiatan bersama-sama,” ujarnya.

KCD juga membuka kemungkinan pemberian sanksi apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian sekolah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik.

“Jika memang ditemukan kelalaian pihak sekolah dan lain-lain, bukan tidak mungkin ada sanksi yang akan kita berikan,” kata Nonong.

Meski demikian, dalam audiensi tersebut belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada sekolah. Pertemuan difokuskan pada penyelesaian persoalan, evaluasi pembinaan serta langkah pencegahan agar keributan serupa tidak kembali terjadi.

Adapun terhadap sejumlah pelajar yang sebelumnya diamankan, Nonong mengatakan penanganannya sementara diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Selanjutnya, pihak sekolah akan melakukan pembinaan terhadap peserta didik sesuai ketentuan yang berlaku.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses