Ragam

Polusi Dari Cerobong AMP Diduga Kotori Lingkungan, Warga Peniraman Geram Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

107
×

Polusi Dari Cerobong AMP Diduga Kotori Lingkungan, Warga Peniraman Geram Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com ǁ Mempawah – Belum lama ini, Warga Rt.13/006, Desa Peniraman, Kecamatan Sui Pinyuh, Kabupaten Mempawah, merasa resah oleh polusi asap dan debu yang menyelimuti pemukiman mereka, diduga asap dan debu tersebut keluar atau bersumber dari cerobong perusahaan yang berdiri di sekitar lingkungan mereka.

Kepada awak media, salah satu warga yang bernama Anen mengatakan, bahwasanya debu produksi dan asap yang keluar dari cerobong Perusahaan AMP (Asphalt Mixing Plant) telah menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan, dimana selain mencemari udara, debu juga mengotori seng (genting-Red) rumah mereka, bahkan mencemari air di dalam tong-tong penampungan.

“Selain udara berdebu seng kami juga kotor penuh dengan debu, bahkan air di dalam tong kami juga ikut terkena debu dan jadi hitam sehingga kami tidak bisa memakainya,” kata Anen.

“Dan pada saat hujan, air hujan pun kotor tidak bisa disimpan untuk diminum, memasak dan lain-lain kerena terkena debu yang menempel pada seng rumah,” ungkapnya.

Atas dasar perihal tersebut Anen berharap pihak perusahaan segera bertanggung jawab dan memberikan perhatian terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan lain, saat dikomfirmasi terkait adanya perihal tersebut, Sudi selaku Kades (Kepala Desa) Peniraman menjawab, bahwa masalah tersebut menurutnya adalah masalah yang sudah lama.

“Saat ini saya sedang sakit, gak bisa ngantor, masalah itu masalah yang sudah lama, bukan masalah baru, apabila hal tersebut masalah baru, baru melibatkan Desa,” ujarnya

Sudi juga memberikan arahan, bagi masyarakatnya yang merasa terdampak polusi tersebut untuk segera mendatangi dan bermediasi ke pihak AMP dan bila pihak perusahaan tak mengindahkan sebaiknya tutup saja.

“Masyarakat bisa langsung datangi, sekalian tanyakan ijin perusahaannya dan menyampaikan keluhannya. Kalau tidak diindahkan pinta tutup saja persuhaaan itu,” tegasnya.

Selanjutnya, Awak media hallonusantara.com mencoba mengkomfirmasi kepada pihak perusahaan AMP melalui aplikasi WhatsApp, namun hingga berita ini dirilis belum ada respon ataupun jawaban. (Samsudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses