Hallonusantara.com || GARUT – Kegiatan Masa Ta’aruf Santri Ulul Albab Islamic School (MATRAS UAIS) resmi ditutup pada tanggal 2 Oktober 2024 dengan acara yang berlangsung meriah dan penuh haru. Penutupan yang digelar di halaman sekolah tersebut menjadi momen istimewa bagi santri, orang tua, dan seluruh elemen yang terlibat.
Acara dimulai dengan pemberian lencana kehormatan kepada para santri baru yang telah menempuh masa ta’aruf selama tiga bulan. Penghargaan ini merupakan simbol prestasi dan semangat para santri dalam beradaptasi dan memulai perjalanan menuntut ilmu di UAIS.
Selanjutnya, penampilan kreasi santri turut memeriahkan acara. Beberapa santri menampilkan kemampuan mereka melalui pidato dalam bahasa Inggris dan Arab, sarhil Qur’an, pembacaan puisi, hingga drama yang mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Kreasi tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan kepribadian santri.
Momen paling emosional terjadi ketika sungkem santri kepada orang tua. Setelah tiga bulan penuh menjalani masa karantina tanpa pertemuan, para santri diberi kesempatan untuk bersimpuh di hadapan orang tua mereka. Isak tangis dan pelukan hangat mewarnai suasana, menjadikan momen ini sebagai sarana pelampiasan kerinduan yang terpendam antara anak dan orang tua.
Dalam sambutannya, Direktur UAIS, Tatang Abdurrahman, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri atas kegigihan dan kedisiplinan yang ditunjukkan selama masa ta’aruf.
“Saya berharap, para santri semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan memperkuat iman mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Babinkantibmas Desa Karangpawitan dari Polsek Kecamatan Karangpawitan juga memberikan sambutannya, “Menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang kuat iman dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” terangnya.
Kegiatan MATRAS UAIS yang berlangsung dari bulan Juli hingga September 2024 ini tidak hanya menjadi pengenalan bagi santri baru, tetapi juga sarana pembentukan karakter islami yang mendalam. Penutupan yang meriah dan penuh haru ini menjadi penutup sempurna dari rangkaian kegiatan yang membekas di hati para santri dan keluarga.
(Dedi Bolang)













