DaerahSosial

Silaturahmi PT DMGP–MUI Pacet Cianjur: Santunan Yatim, Guru Ngaji, dan Edukasi Geothermal Perkuat Dukungan Pemuda dan Warga

40
×

Silaturahmi PT DMGP–MUI Pacet Cianjur: Santunan Yatim, Guru Ngaji, dan Edukasi Geothermal Perkuat Dukungan Pemuda dan Warga

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Silaturahmi PT DMGP–MUI Pacet Cianjur santunan yatim guru ngaji Cipendawa Sukatani menjadi momentum strategis mempererat hubungan antara perusahaan, ulama, tokoh pemuda, dan masyarakat. Kegiatan yang digelar di Sinar Kasih, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Selasa (17/3/2026), juga diisi dengan edukasi energi panas bumi (geothermal) sebagai upaya memperkuat literasi energi terbarukan di tengah masyarakat.

Silaturahmi PT DMGP–MUI Pacet santunan yatim guru ngaji Cipendawa Sukatani Cianjur tidak hanya berfokus pada aksi sosial, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka antara perusahaan dan masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat ukhuwah, membangun komunikasi aktif, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap program perusahaan di sektor energi bersih.

Ketua MUI Kecamatan Pacet menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi PT DMGP dalam menjalin hubungan dengan ulama dan masyarakat. Menurutnya, silaturahmi PT DMGP MUI Pacet santunan yatim guru ngaji Cipendawa Sukatani Cianjur merupakan langkah positif dalam membangun pemahaman bersama yang konstruktif.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Kolaborasi ulama dan perusahaan sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat bisa dipahami dengan benar. Selama untuk kemaslahatan umat dan dilakukan secara transparan, kami mendukung penuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, edukasi energi baru terbarukan seperti geothermal harus dilakukan secara bijak, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan keresahan. “MUI siap menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Dari pihak perusahaan, Kepala Teknis Panas Bumi PT DMGP, Yunis, menjelaskan bahwa silaturahmi PT DMGP MUI Pacet edukasi geothermal Cianjur menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga edukasi. Kami berdiskusi dengan MUI sebagai corong masyarakat agar informasi geothermal tersampaikan dengan baik dan utuh kepada warga,” kata Yunis.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan listrik nasional masih didominasi energi fosil. “Lebih dari 60 persen listrik berasal dari batu bara, sekitar 25 persen dari BBM dan gas, dan sisanya dari tenaga air. Geothermal menjadi solusi karena bersifat renewable dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi panas bumi. “Sekitar 40 persen cadangan geothermal dunia ada di Indonesia. Saat ini kita berada di posisi kedua setelah Amerika dalam pemanfaatannya, dan pemerintah menargetkan kontribusi geothermal mencapai sekitar 25 persen pada 2040,” paparnya.

Terkait keselamatan, Yunis menegaskan bahwa setiap kejadian di lapangan menjadi bahan evaluasi serius perusahaan. “Pengalaman di beberapa wilayah seperti Sorik Marapi dan Dieng menjadi pelajaran penting. Sistem keselamatan dan pengawasan terus kami tingkatkan agar operasional semakin aman,” tegasnya.

Humas PT DMGP, Imron Rosyadi, menambahkan bahwa silaturahmi PT DMGP MUI Pacet santunan yatim guru ngaji Ramadan Cianjur merupakan agenda rutin tahunan perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial (CSR).

“Kegiatan ini sudah berjalan selama empat tahun. Selain buka puasa bersama, kami juga menyalurkan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Imron.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup 50 penerima di Ciguntur, terdiri dari 10 anak yatim dan 40 lansia serta duafa, lengkap dengan paket sembako. Selain itu, bantuan masing-masing Rp5 juta diberikan untuk operasional masjid di Ciguntur dan Pasir Cina.

“Pada hari yang sama, kami juga memberikan santunan kepada 20 anak yatim dan 30 guru ngaji bersama MUI Kecamatan Pacet, sekaligus memperkuat kolaborasi edukasi energi terbarukan,” tambahnya.

Tokoh pemuda Desa Cipendawa, DN (28), menilai silaturahmi PT DMGP MUI Pacet edukasi geothermal pemuda Cianjur membawa dampak positif, khususnya bagi generasi muda.

“Kami merasa dilibatkan dan diberikan pemahaman langsung. Ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait proyek geothermal. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan lebih banyak melibatkan pemuda,” ujarnya.

Sementara itu, warga setempat, Ibu St (45), mengaku terbantu dengan adanya santunan dan kegiatan silaturahmi tersebut.

“Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan. Selain mendapat bantuan, kami juga jadi lebih paham tentang energi panas bumi. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

PT DMGP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi dan literasi energi panas bumi melalui kolaborasi dengan ulama, tokoh pemuda, dan masyarakat.

“Edukasi tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi terbuka, dan memastikan informasi yang benar diterima dengan baik,” pungkas Imron.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses