Daerah

Warga Karangpawitan Kecewa Untuk Mendapatkan Sembako Murah

79
×

Warga Karangpawitan Kecewa Untuk Mendapatkan Sembako Murah

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || GARUT – Pasar murah yang digagas oleh Disperindag Jabar melalui Disperindag Kabupaten Garut yang telah dilimpahkan ke Bulog Garut untuk penyediaan 3 bahan sembako, molor sampai 3 jam yang awalnya di jadwalkan pukul 08.00 Wib untuk pembagian jam 11.12 Wib truk pembawa gula pasir baru tiba dilokasi.

OPADI Jabar (operasi pasar bersubsidi) dari Disperindag Jabar untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako, di wilayah Kecamatan Karangpawitan.

Dalam pelaksanaannya yang dijadwalkan pukul 8.00WIB bisa dimulai ternyata sampai pukul 11.13 WIB, gula pasir baru datang lebih belum bisa dilaksanakan karena ada keterlambatan salah satu bahan pokok dari 3 jenis bahan pokok yang akan dijual belum datang juga. Kamis 04/04/2024

3 bahan pokok yang dijual yaitu beras 5 kg, minyak kelapa 2 lt dan gula putih 2 Kg, yang belum datang gula putih dengan harga normal Rp 146.700, dan yang akan di beli oleh masyarakat dengan harga Rp 101.000.

Banyak warga yang merasa kecewa atas kejadian ini, kekecewaan warga bisa dimengerti karena selain mayoritas warga sedang melaksanakan puasa warga juga masih ada keperluan lainnya, maka warga dari pukul 7.30 pagi sudah ada dilokasi operasi pasar murah bersubsidi.

Saat dikonfirmasi pada perwakilan Disperindag Jabar dan Disperindag Garut yang berada di lokasi, mereka tidak bisa memberikan penjelasan atas keterlambatan gula pasir, bahkan mereka seolah olah saling tuduh diantara 3 intansi yang terkait, menurut indag jabar kami sudah menyerahkan ke kab/kota, menurut indag garut semua sudah di urus oleh bulog, yang di sayangkan dilokasi tidak ada perwakilan bulog.

Sekmat Kecamatan Karangpawitan selaku penyedia tempat merasa kecewa atas apa yang terjadi di wilayahnya bahkan menurutnya sekiranya belum siap minta di undur saja kasihan warga sudah nunggu dari pagi. Ucapnya

Begitu pun salah satu warga Desa sindanggalih yang di wawancara dilokasi, mereka datang dari jauh dan rela meninggalkan kegiatannya sehari hari untuk bisa mendapatkan sembako tersebut

Dari kejadian ini maka bisa dipertanyakan keprofesionalannya Bulog sebagai pihak ke 3 yang diberi amanah dari Disperindag dalam pengadaan barang sembako dalam operasi pasar murah bersubsidi ini.

(Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses