DaerahHallo TNI/POLRIPemerintahan

Polri dan Pemerintah Perluas Tanam Bawang Putih, Target Swasembada Dipercepat

43
×

Polri dan Pemerintah Perluas Tanam Bawang Putih, Target Swasembada Dipercepat

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || CIANJUR — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah menggelar gerakan penanaman bawang putih secara serentak di 14 provinsi dan 52 kabupaten/kota. Kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional itu dipusatkan di kawasan perkebunan Maleber, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 19 Agustus 2026.

Penanaman dilakukan melalui telekonferensi bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Di Cianjur, kegiatan dihadiri Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Pipit Rismanto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran Forkopimda, pemerintah daerah, kelompok tani, serta sejumlah instansi terkait.

Program tersebut melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Pupuk Indonesia, Perum Bulog, pemerintah daerah, hingga kelompok tani. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi melalui perluasan lahan, penyediaan bibit, pendampingan petani, dan pemanfaatan teknologi budidaya.

Wakapolri Dedi Prasetyo mengatakan penanaman serentak merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi bawang putih sebagai salah satu komoditas pangan strategis.

Menurut dia, tahap awal penanaman dilakukan di 14 provinsi. Tiga provinsi lainnya akan menyesuaikan waktu tanam. Hingga Agustus-September 2026, luas lahan yang ditanami diperkirakan mencapai sekitar 500 hektare dan akan diperluas secara bertahap.

Program itu juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk greenhouse di sejumlah wilayah Jawa Barat untuk mendukung produktivitas dan kualitas tanaman.

Kebutuhan bawang putih nasional saat ini disebut mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri baru berada di kisaran 40 ribu ton per tahun.

“Melalui program agropolicing dan kolaborasi ini, kita optimistis target swasembada bawang putih dapat dipercepat, bahkan dicapai sebelum target awal 2029,” kata Dedi.

Di Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat Pipit Rismanto mengatakan penanaman tahap awal berlangsung di 14 kabupaten dengan total lahan sekitar 44,58 hektare.

Menurut Pipit, perluasan lahan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan bibit. Lahan yang telah diverifikasi akan disiapkan untuk penanaman setelah kebutuhan bibit terpenuhi.

“Untuk wilayah Jawa Barat, hari ini penanaman serentak dilakukan di 14 kabupaten. Tahap awal ini mencakup sekitar 44,58 hektare sambil kita menunggu ketersediaan bibit selanjutnya,” ujar Pipit.

Polri, kata dia, tidak hanya berperan dalam pengamanan program, tetapi juga melakukan pendampingan terhadap kelompok tani. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah ketersediaan air, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Polri akan hadir langsung membantu menanggulangi hambatan teknis di lapangan. Kami membentuk tim untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi para kelompok tani demi kelancaran budidaya bawang putih ini,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai ketahanan pangan berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam pengembangan produksi bawang putih.

Ia mengatakan ketersediaan beras, cabai, bawang merah, dan bawang putih merupakan bagian penting dari pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pokok di dapur,” ujar Dedi Mulyadi.

Gerakan penanaman bawang putih tersebut selanjutnya diarahkan pada penyiapan lahan, pemenuhan bibit, pendampingan budidaya, penggunaan teknologi, serta penanganan kendala teknis di tingkat petani.

Pemerintah dan Polri berharap perluasan penanaman di berbagai daerah dapat meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri secara bertahap dan mengurangi kesenjangan antara kebutuhan nasional dan produksi domestik.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses