Hallonusantara.com || JAKARTA – Meninggalnya seorang bocah berusia lima tahun, A, di Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, menuai simpati dari tetangga di lingkungan rumahnya.
Ketua RT setempat berinisial Z (62) mengatakan, simpati datang untuk A karena ia adalah anak yatim. Sang ibunda meninggal dunia pada 2021.
Sepeninggal sang ibu, A tinggal bersama sang ayah dan nenek. Saat sang ayah bekerja sebagai sopir travel, sehari-hari A diasuh oleh sang nenek dibantu oleh saudaranya yang kebetulan tinggal bersebelahan.
Tetapi, Z mengaku tidak mengetahui secara detail seperti apa keseharian keluarga itu lantaran cenderung tertutup.
“Mereka juga kan orangnya juga tertutup,” kata Z saat dijumpai, Sabtu (7/12/2024). Perihal adanya informasi bahwa A meninggal dunia akibat kekerasan seksual oleh sang ayah, Z secara jujur mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Sebab, sejauh ini ia belum mendapatkan informasi itu, baik dari masyarakat lingkungan rumah maupun kepolisian.
“Tahunya karena sakit, buang-buang air, kalau dicebokin sama neneknya sakit,” ucap Z.
Meski di sisi lain ia mengakui bahwa kabar itu sudah beredar luas di lingkungan rumah tempat A tinggal.
Apalagi, pihak rumah sakit yang melakukan otopsi mengatakan ada luka kekerasan seksual di tubuh A. “Dari pihak rumah sakit (Pasar Rebo) menghubungi polisi, ya akhirnya warga pada tahu karena ada kejanggalan pada kelaminnya,” ujar Z.
“Semua warga pada kaget. Seandainya benar, kok tega-teganya gitu sama anak sendiri,” lanjut dia.
(Rq)













