Nasional

Hadir Di Istana Negara, Momentum MASL Bawa Semangat Masyarakat Adat Sumedanglarang Ke Panggung Nasional

58
×

Hadir Di Istana Negara, Momentum MASL Bawa Semangat Masyarakat Adat Sumedanglarang Ke Panggung Nasional

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Sumedang – Ditengah hidmatnya peringatan detik-detik proklamasi HUT RI ke – 81, dari tanah Sumedang menuju jantung kekuasaan negara tepatnya Istana Kepresidenan Jakarta, Ketua Majelis Adat Sumedanglarang ( MASL ) hadir menandakan membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga marwah budaya Sunda dan keberadaan masyarakat adat.

Ketua MASL Susane Febriati Suryakartalegawa, S.H hadir di istana negara pada Senin 17/8/2026 bukan sekadar untuk menghadiri upacara kenegaraan tetapi momentum tersebut dimaknai untuk membawa semangat masyarakat adat Sumedanglarang ke kancah nasional dan membawa sinyal pesan bahwa kemajuan Indonesia tidak boleh membuat bangsa kehilangan akar sejarah dan kebudayaannya.

” Hari ini saya hadir di Istana Negara adalah langkah kolektif mewakili seluruh masyarakat adat Sumedanglarang yang tak pernah lelah merawat akar tradisi, ” ungkap Susane, kepada media.

Susane menegaskan, bahwa tradisi, cagar budaya, lingkungan dan hak-hak masyarakat adat tidak boleh tersisihkan oleh perkembangan zaman.

” Modernisasi dan kemajuan pembangunan harus berjalan berdampingan dengan upaya menjaga identitas budaya, ” tegasnya.

” Untuk itu kami hadir untuk membawa misi diplomasi budaya. Kami ingin menegaskan bahwa transisi menuju modernisasi bangsa tidak boleh melupakan akar tradisi lokal, ” ujar Susane.

Momentum HUT RI yang ke – 81, Susane berharap kebijakan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan ekstra ruang bagi pelestarian warisan budaya dan lingkungan.

” Dalam moment bersejarah ini kami berharap sinergi yang harmonis di tingkat pusat, bisa menular dan diadopsi secara nyata oleh pemerintah daerah di Sumedang,” kata Susane.

Sumedanglarang bukan sekadar nama dalam sejarah, tetapi merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya Sunda yang harus terus dirawat, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kami ( MASL ) hadir di Istana Negara, ini menjadi simbol bahwa masyarakat adat/budaya lokal memiliki tempat penting dalam perjalanan bangsa,” pungkas Susane.

(AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses