Peristiwa

Dua Rumah Tim Sukses Calon Kades Mekargalih Dilempari Molotov, Polisi Selidiki Dugaan Teror Pilkades

35
×

Dua Rumah Tim Sukses Calon Kades Mekargalih Dilempari Molotov, Polisi Selidiki Dugaan Teror Pilkades

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Aksi pelemparan benda yang diduga bom molotov menyasar dua rumah warga di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Sabtu dini hari (31/10/2026). Kedua pemilik rumah diketahui merupakan tim sukses salah satu calon kepala desa dalam kontestasi Pilkades Mekargalih.

Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena terjadi saat tahapan pemilihan kepala desa berlangsung. Polisi kini turun tangan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut.

Dua rumah yang menjadi sasaran masing-masing milik Budi, warga Kampung Cibogo Dua, dan Agus Mulyadi alias Mul, warga Kampung Cibogo Tiga, Desa Mekargalih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua botol berisi cairan yang diduga minyak tanah dengan sumbu kain dilemparkan ke rumah Budi. Sementara satu botol serupa dilaporkan menyasar rumah Agus Mulyadi.

Pelemparan tersebut meninggalkan bekas terbakar pada bagian dinding depan kedua rumah. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya kebakaran besar maupun korban jiwa dalam kejadian itu.

Teror tidak hanya menyasar rumah warga. Baliho salah satu calon kepala desa yang didukung kedua korban juga dilaporkan mengalami perusakan.

Budi mengatakan, setelah kejadian, pihaknya melaporkan insiden tersebut kepada pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga kepolisian.

Tim Identifikasi (Inafis) Polres Cianjur kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti awal.

Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K., membenarkan adanya laporan pelemparan benda yang diduga bom molotov ke dua rumah warga. Kepolisian telah menerjunkan tim gabungan Satreskrim Polres Cianjur bersama unsur Reskrim Polsek untuk melakukan penyelidikan.

“Hari ini Polres Cianjur mendapat laporan dari Pak Kapolsek bahwasanya ada pelemparan molotov ke dua rumah warga di Cianjur. Kami langsung menerjunkan tim dari Unit Reskrim bergabung dengan Satuan Reserse Polres Cianjur untuk mencari saksi-saksi dan bukti-bukti di lokasi terdekat,” ujar Beddy di lokasi kejadian.

Menurut Beddy, penyelidikan difokuskan pada pengumpulan keterangan saksi, penelusuran bukti fisik, serta pencarian petunjuk di sekitar lokasi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun motif di balik pelemparan tersebut. Dugaan keterkaitan aksi itu dengan kontestasi Pilkades Mekargalih juga belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan.

Kapolres meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian.

“Kami mohon kepada warga Cianjur khususnya dan Kabupaten Cianjur agar tetap tenang. Jangan percaya dengan berita-berita yang belum pasti kejelasannya. Setelah bukti dan saksi-saksi terkumpul, kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan kepada masyarakat,” tegas Beddy.

Peristiwa ini menempatkan keamanan warga dan situasi menjelang Pilkades Mekargalih dalam perhatian publik. Polisi kini dituntut mengungkap pelaku, memastikan motif, serta menjelaskan apakah pelemparan terhadap dua rumah dan perusakan baliho tersebut merupakan rangkaian tindakan yang saling berkaitan.

Sampai berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang diduga melakukan aksi tersebut maupun penetapan tersangka.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses