Kesehatan

Tiga Inovasi Kesehatan Antar Utari Doriomas Raih Penghargaan ASN Inovatif Cianjur 2026

40
×

Tiga Inovasi Kesehatan Antar Utari Doriomas Raih Penghargaan ASN Inovatif Cianjur 2026

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Kepala UPTD Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomas, S.Keb., Bdn., meraih penghargaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik kategori inovatif tingkat Kabupaten Cianjur 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan tiga inovasi pelayanan kesehatan yang berfokus pada pencegahan anemia dan stunting, deteksi dini penyakit tidak menular, serta penurunan risiko kematian ibu dan bayi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Cianjur, dr. M. Wahyu Ferdian, dalam kegiatan peluncuran manajemen talenta ASN di salah satu hotel di Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh.

Saat diwawancarai pada Selasa (27/10/2026), Utari menjelaskan bahwa ketiga inovasi tersebut dikembangkan secara bertahap sejak 2024 hingga 2026 bersama tim untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat puskesmas.

Inovasi pertama, Si Mamat Ganteng, dikembangkan pada 2024. Program yang merupakan singkatan dari Aksi Remaja Sehat Cegah Anemia dan Stunting itu menyasar upaya pencegahan anemia dan stunting di kalangan remaja.

Pada 2025, Utari mengembangkan Pendekar Pintar, singkatan dari Penjaringan dan Deteksi Dini oleh Kader tentang Penyakit Tidak Menular. Program ini melibatkan kader kesehatan dalam menjaring masyarakat dan mendorong deteksi dini penyakit tidak menular.

Sementara itu, inovasi ketiga, Kampung Emas Mentari, dikembangkan pada 2026. Program tersebut merupakan singkatan dari Eliminasi Masalah Anemia Stunting Menuju Target Nol Kematian Ibu dan Bayi.

Menurut Utari, ketiga inovasi tersebut berhasil meraih prestasi dalam lomba inovasi daerah tingkat Kabupaten Cianjur. Ia juga pernah menerima penghargaan ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2025.

Utari mengatakan inovasi pelayanan publik perlu dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut, menurut dia, dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi maupun penyederhanaan alur kerja untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.

Terkait penerapan program di tempat tugasnya saat ini, Utari menyebut inovasi yang sebelumnya dikembangkan di Puskesmas Cijagang akan diadaptasi di UPTD Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet.

Namun, penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat, kearifan lokal, ketersediaan sumber daya, dan budaya setempat.

Utari menyampaikan apresiasi kepada Kepala BKN, Bupati Cianjur, serta jajaran terkait atas penghargaan yang diterimanya. Ia berharap pencapaian tersebut dapat mendorong ASN, khususnya tenaga kesehatan di Kabupaten Cianjur, untuk terus mengembangkan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Cianjur meluncurkan manajemen talenta ASN sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penempatan, promosi, dan mutasi pejabat. Sistem tersebut menggunakan kompetensi, kinerja, integritas, potensi, serta rekam jejak sebagai aspek penilaian dalam pengisian jabatan.

Peluncuran manajemen talenta itu menjadi bagian dari penerapan sistem pengelolaan ASN berbasis kompetensi dan kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses