Hallonusantara.com || Cianjur – Puluhan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 107 siswa dari enam sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan berupa pusing, mual, muntah, dan diare. Gejala tersebut mulai dirasakan beberapa jam setelah para siswa menyantap makanan MBG yang dibagikan pada pagi hari.
Para siswa yang mengalami keluhan langsung dilarikan ke Puskesmas Cijagang dan Puskesmas Cikalongkulon untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Selasa sore, sejumlah korban masih menjalani pemeriksaan dan observasi oleh petugas kesehatan.
Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, jumlah korban masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah.
“Berdasarkan laporan awal, ada 107 siswa dari enam sekolah yang mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare. Gejala muncul setelah mereka menyantap MBG pada Selasa pagi, dan mulai terasa pada siang harinya,” ujar Iyus.
Ia menambahkan, para korban hampir bersamaan mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saat ini seluruh korban ditangani oleh pihak puskesmas. Sebagian besar masih dalam tahap pemeriksaan dan observasi, dan hingga kini masih ada siswa yang berdatangan,” katanya.
Diketahui, menu Makan Bergizi Gratis yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi, ayam suwir, sayur sawi, dan buah semangka, yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukagalih.
Pihak terkait saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Namun, dugaan awal mengarah pada salah satu menu makanan, khususnya olahan ayam suwir, sebagai sumber penyebab keracunan.
“Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebabnya,” pungkas Iyus.
(Bet)













