Nasional

PLTS IKN: Pilar Baru untuk Kemandirian Energi Nasional

129
×

PLTS IKN: Pilar Baru untuk Kemandirian Energi Nasional

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || JAKARTA – PLN Nusantara Power sukses menginisiasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ibu Kota Negara (PLTS IKN) dengan kapasitas 50 Mega Watt (MW), sebagai bagian dari rencana besar peningkatan energi nasional.

Proyek berkelanjutan ini diresmikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, bersamaan dengan 36 proyek strategis lainnya di sektor kelistrikan. Dari jumlah tersebut, PLTS IKN merupakan satu dari 26 pembangkit yang diresmikan, mendukung inisiatif ketahanan energi nasional serta pemerataan listrik.

Dikutip dari InfoPublik,Rabu (22/01/2025) Presiden Prabowo menyoroti bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri dan peningkatan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan. Pengembangan ketenagalistrikan sangat penting sebagai langkah menuju swasembada energi yang berkelanjutan, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Negara kita memiliki sumber daya energi yang kaya dan tidak seharusnya bergantung pada negara lain. Swasembada energi harus menjadi tujuan utama negara,” ujar Presiden Prabowo. Pesan ini mempertegas pentingnya kemandirian dan penyediaan energi berkelanjutan.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, mengungkapkan PLN berkomitmen penuh terhadap visi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian energi. Fokus diletakkan pada pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada energi terbarukan.

“Transisi energi fokus pada pengurangan emisi dan keseimbangan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan. Ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen melalui swasembada energi,” jelas Darmawan.

Lokasi PLTS IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadikannya sebagai komponen utama dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Dengan kapasitas ini, PLTS IKN akan signifikan dalam memenuhi kebutuhan listrik di IKN.

Komitmen PLN Nusantara Power, seperti diungkapkan Direktur Utama Ruly Firmansyah, berfokus pada mendukung program pemerintah melalui pengembangan unit pembangkit IKN. Baginya, ini adalah langkah maju dalam swasembada energi nasional.

Ruly menambahkan bahwa PLTS IKN mengurangi emisi karbon, menurunkan biaya energi, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mendukung visi swasembada energi kebanggaan Indonesia.

PLTS ini, melalui kolaborasi dengan Sembcorp dari Singapura, diharapkan memproduksi 92,8 juta kWh energi hijau per tahun, sekaligus mengurangi emisi sebesar 44.000 ton CO2 per tahun. Pembangunan ini menyerap 502 tenaga kerja lokal dengan panel surya sebanyak 114.420 terpasang.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses