Hallonusantara.com || JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melaporkan kemajuan signifikan dalam kasus penipuan investasi terkait robot trading Net89 yang melibatkan PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI).
Dalam keterangannya, Kamis (23/1/2025) dikutip laman InfoPublik, Helfi menyatakan telah menyita aset properti senilai sekitar Rp1,5 triliun. Aset tersebut meliputi sejumlah bangunan tidak bergerak dan barang bergerak seperti kendaraan mewah.
Sebanyak 26 unit properti berhasil diamankan, mencakup hotel, vila, kantor, apartemen, rumah toko, dan rumah di berbagai lokasi seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bali, Pekanbaru, serta Banjarmasin.
Penyidik juga mengamankan 11 mobil mewah, termasuk di antaranya BMW Seri 3 dan 5, Mazda CX5, Porsche, dan Tesla. Penyitaan ini menambah panjang daftar barang bukti yang dikumpulkan.
Uang tunai senilai Rp52,5 miliar juga berhasil disita dan diamankan dalam rekening penampung milik Bareskrim Polri sebagai bagian dari upaya mengamankan dana korban.
Penyidikan terkait aset terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai lembaga, termasuk Kejaksaan RI, PPATK, BAPPEBTI, BPN, dan Imigrasi, untuk mengidentifikasi lebih banyak lagi aset terkait.
“Kami berkomitmen untuk terus mencari aset lainnya guna memaksimalkan pengembalian kerugian para korban,” tegas Helfi.
Dalam kasus ini, Polri telah menetapkan 15 tersangka, termasuk PT SMI sebagai korporasi. Sembilan tersangka telah ditahan, dua lainnya berada di luar tahanan atas alasan kesehatan, sementara tiga orang masih buron, yakni Andreas Andreyanto, Theresia Lauren, dan Lauw Swan Hie Samuel.
Para tersangka menghadapi berbagai tuduhan, termasuk Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, serta UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Kasus ini mendapat perhatian publik sebagai salah satu penipuan investasi terbesar, dengan Polri berperan dalam mengungkap aset bernilai triliunan rupiah, menunjukkan komitmen dalam menindak kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat luas.
(Bet)













