Hallonusantara.com || Cianjur — Program prioritas “Jalan Lecir” di Kabupaten Cianjur kembali menjadi sorotan setelah jalan kabupaten di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur dilaporkan masih rusak parah dan belum mendapat perbaikan signifikan hingga kini. Warga menilai kerusakan jalan kabupaten Sukatani Cianjur yang berlangsung bertahun-tahun menimbulkan pertanyaan besar terhadap realisasi program pembangunan infrastruktur daerah tersebut.
Kondisi jalan rusak di Sukatani Pacet Cianjur ditemukan di sejumlah titik, terutama pada ruas Pasir Kampung hingga jalur menuju kawasan Gunung Putri sepanjang 3 kilo. Permukaan jalan kabupaten Sukatani dipenuhi lubang besar, aspal terkelupas, serta retakan yang membuat kendaraan harus melintas dengan sangat hati-hati.
Warga menyebut kerusakan jalan kabupaten di Pacet Cianjur ini sudah berlangsung lama tanpa perbaikan permanen dari pemerintah daerah. Pada malam hari, lubang jalan sulit terlihat sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Selain menjadi akses transportasi utama warga, jalan kabupaten Sukatani Pacet Cianjur juga merupakan jalur penting bagi distribusi hasil pertanian masyarakat. Desa Sukatani dikenal sebagai salah satu wilayah sentra pertanian di Kecamatan Pacet.
Akibat jalan rusak di Sukatani Cianjur, kendaraan pengangkut hasil panen harus melaju sangat pelan untuk menghindari lubang besar. Kondisi infrastruktur jalan rusak Pacet Cianjur ini membuat distribusi hasil bumi menjadi lambat serta meningkatkan biaya operasional bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Ironisnya, jalan rusak Sukatani Pacet Cianjur juga menjadi jalur menuju kawasan wisata dan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango melalui Gunung Putri.
Sebagai salah satu destinasi wisata alam populer di Jawa Barat, akses menuju Gunung Gede Pangrango dari Pacet Cianjur seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Namun kondisi jalan menuju jalur pendakian Gunung Putri hingga kini masih dipenuhi lubang dan kerusakan.
Sejumlah wisatawan bahkan mengeluhkan akses jalan menuju Gunung Gede Pangrango dari Pacet yang dinilai berbahaya bagi kendaraan.
Ketua Karang Taruna Desa Sukatani, Guntur Ponco, mengatakan kerusakan jalan kabupaten Sukatani Cianjur telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa telah menjelaskan bahwa status jalan di Sukatani merupakan jalan kabupaten, sehingga kewenangan perbaikannya berada di pemerintah daerah.
“Pemerintah desa sudah menyampaikan bahwa ini jalan kabupaten Sukatani, sehingga desa tidak memiliki kewenangan untuk memperbaikinya secara permanen,” ujar Guntur, Selasa (21/4).
Di tengah kondisi jalan rusak di Sukatani Pacet Cianjur, warga mulai mempertanyakan realisasi program prioritas “Jalan Lecir” Cianjur yang selama ini digadang-gadang sebagai program percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Bagi masyarakat Sukatani, program Jalan Lecir Cianjur dinilai belum terlihat realisasinya di wilayah mereka, meskipun kerusakan jalan telah lama terjadi.
“Program Jalan Lecir Cianjur jangan hanya menjadi slogan. Faktanya jalan kabupaten Sukatani Pacet sampai sekarang masih rusak,” kata Guntur.
Karena belum ada perbaikan permanen dari pemerintah daerah, warga Sukatani Pacet Cianjur akhirnya melakukan penambalan jalan rusak Sukatani secara swadaya menggunakan batu, tanah, dan material seadanya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan kabupaten rusak di Sukatani Cianjur, meskipun warga menyadari perbaikan tersebut hanya bersifat sementara.
Salah seorang warga, Asep Somadin, mengatakan masyarakat terpaksa turun tangan karena perbaikan jalan kabupaten di Sukatani belum juga dilakukan.
“Warga sering menutup lubang jalan rusak Sukatani Pacet Cianjur dengan material seadanya. Ini bukan solusi permanen, tapi setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan,” ujarnya.
Kasus jalan rusak Sukatani Pacet Cianjur kini memicu desakan warga agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan.
Masyarakat berharap program prioritas Jalan Lecir Cianjur tidak berhenti sebagai slogan pembangunan, tetapi benar-benar direalisasikan melalui perbaikan jalan kabupaten Sukatani yang menjadi jalur ekonomi warga dan akses wisata menuju Gunung Gede Pangrango.
(Bet)













