Peristiwa

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Rawa Binong, Diduga Tercemar Limbah Industri

21
×

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Rawa Binong, Diduga Tercemar Limbah Industri

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || BEKASI – Fenomena ratusan bangkai ikan yang mengambang di Situs Rawa Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, mulai meresahkan warga dan pengunjung. Bau busuk yang menyengat kini menyelimuti kawasan wisata air tersebut, merusak kenyamanan publik yang biasanya memadati lokasi untuk sekadar bersantai atau memancing.

​Dugaan sementara, kematian massal ikan-ikan tersebut disebabkan oleh kontaminasi saluran air yang masuk ke rawa. Warga mensinyalir adanya kebocoran limbah dari industri atau usaha rumah makan di sekitar lokasi, mengingat posisi Rawa Binong yang bersinggungan langsung dengan kawasan industri.

​Delu Sanjaya, salah satu warga setempat, menyatakan kekecewaannya atas kondisi rawa yang kian memburuk dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, Rawa Binong merupakan magnet utama bagi wisatawan lokal, khususnya para penghobi mancing dan keluarga yang mencari ruang terbuka hijau.

​”Ikan di rawa ini salah satu daya tarik utama buat yang senang mancing. Selain tempat santai buat keluarga dan pasangan, sekarang bau busuknya malah jadi keluhan. Kami sudah tidak tahan dengan baunya kalau ke sini,” ujar Delu saat menyampaikan keluhannya, Selasa (28/4).

​Kondisi ini dilaporkan telah berlangsung selama berhari-hari tanpa adanya penanganan serius. Warga khawatir jika dibiarkan terlalu lama, ekosistem rawa akan rusak permanen dan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

​Atas kejadian tersebut, warga mendesak dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, untuk segera turun ke lapangan guna melakukan uji laboratorium terhadap sampel air dan bangkai ikan.

​”Kami meminta pihak maupun dinas terkait segera mengambil sikap dengan adanya kejadian ini. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena ini menyangkut aset wisata daerah dan lingkungan hidup kita,” tegas Delu.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menginvestigasi sumber pencemaran dan melakukan pembersihan bangkai ikan guna menghilangkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas publik di Situs Rawa Binong. (Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses