Hallonusantara.com || Cianjur — Kondisi Jembatan Jeprah di jalur utama Cipanas–Mariwati, Kabupaten Cianjur, semakin mengkhawatirkan. Kerusakan berupa lubang besar dengan lebar sekitar tiga meter dan kedalaman mencapai empat hingga lima meter yang berada di Kampung Jeprah (Bengkok), RT 01/RW 02, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, dinilai berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi pada Minggu, 31 Mei 2026, menunjukkan bagian jembatan yang mengalami kerusakan berada tepat di atas aliran sungai. Warga khawatir kondisi tersebut dapat memicu kerusakan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani oleh pemerintah daerah.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Cipanas dan Mariwati serta menjadi jalur penghubung menuju sejumlah desa dan kawasan wisata di Kecamatan Cipanas. Setiap hari, ruas jalan itu dilintasi kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan bertonase besar.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga kini belum terlihat adanya perbaikan maupun penanganan darurat yang signifikan di lokasi. Menurut mereka, kerusakan tersebut bukan persoalan baru dan sudah cukup lama menjadi perhatian masyarakat.
“Kondisinya sudah sangat berbahaya. Lubangnya besar dan terus membuat warga khawatir. Kami berharap pemerintah jangan menunggu keadaan menjadi lebih buruk,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Kekecewaan warga semakin menguat karena kerusakan terjadi pada salah satu jalur strategis yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
HD, seorang pengemudi yang kerap melintas di jalur tersebut, mengatakan kendaraan besar masih terus melintasi jembatan meski kondisi kerusakan terlihat jelas.
“Ini jalur utama. Banyak kendaraan berat lewat setiap hari. Kalau tidak segera diperbaiki, risikonya bisa membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Warga menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan langkah konkret, mulai dari pemasangan pengamanan tambahan, pembatasan kendaraan berat, hingga perbaikan permanen agar risiko kecelakaan dapat dicegah sejak dini.
Di tengah belum adanya penanganan yang terlihat di lapangan, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai kecepatan respons pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur yang berpotensi mengancam keselamatan publik.
“Jangan sampai menunggu ada korban atau tragedi terjadi baru dilakukan perbaikan. Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama,” kata warga lainnya.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur untuk segera turun ke lokasi dan mengambil langkah darurat. Warga berharap kerusakan Jembatan Jeprah tidak dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun pengguna jalan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal maupun rencana penanganan kerusakan Jembatan Jeprah tersebut.
(Bet)













