Energi

Pengembangan Geotermal Dinilai Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Ciptakan Pusat Agroindustri Desa

37
×

Pengembangan Geotermal Dinilai Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Ciptakan Pusat Agroindustri Desa

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || Cianjur – Pengembangan energi panas bumi (geotermal) dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi bersih, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya petani yang tinggal di sekitar wilayah pengembangan panas bumi. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan geotermal dapat tumbuh menjadi pusat agroindustri berbasis desa yang menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Senin (29/6/2026).

Hal tersebut disampaikan Dr. Pri Utami, peneliti dari Pusat Penelitian Panas Bumi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam wawancara khusus bersama Redaksi Hallo Nusantara.

Menurut Pri Utami, selama ini manfaat pengembangan panas bumi di mata masyarakat masih sering dipersepsikan sebatas penyediaan listrik. Padahal, energi panas bumi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi produktif di sektor pertanian dan pengolahan hasil pangan.

Ia menjelaskan, energi panas bumi yang tersedia secara berkelanjutan dengan biaya relatif rendah dapat dimanfaatkan petani untuk proses pengeringan hasil panen, penyimpanan dingin (cold storage), hingga pengolahan produk pangan. Pemanfaatan tersebut mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertanian di pasar.

“Ketika energi panas bumi dimanfaatkan untuk industri pangan lokal, masyarakat tidak lagi hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Produk dapat diolah menjadi komoditas bernilai tambah yang memiliki harga jual lebih tinggi,” kata Pri Utami.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembangunan kawasan panas bumi juga membuka peluang lahirnya berbagai lapangan pekerjaan baru, mulai dari tahap konstruksi, operasional pembangkit, hingga sektor pengolahan hasil pertanian berbasis energi terbarukan. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong keterlibatan generasi muda di desa dan mengurangi laju urbanisasi.

Pri Utami menilai desa-desa yang berada di sekitar kawasan panas bumi memiliki peluang berkembang menjadi pusat agroindustri yang memperkuat koperasi tani, meningkatkan produktivitas usaha pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila terdapat sinergi antara pengembang panas bumi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan pengembang panas bumi. Menurutnya, dana CSR sebaiknya tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan atau sanitasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat berbasis pemanfaatan energi panas bumi.

“CSR pengembang panas bumi semestinya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan agroindustri, pelatihan petani, hingga hilirisasi produk pertanian akan memberikan manfaat yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan hanya membangun infrastruktur,” ujar Pri Utami.

Ia menegaskan bahwa pengembangan geotermal idealnya tidak hanya diukur dari besarnya energi listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Dengan pendekatan tersebut, panas bumi dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses