HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, mulai mendapat perhatian masyarakat. Di tengah persiapan kegiatan tersebut, sejumlah dukungan sosial dan pendidikan telah diberikan kepada warga di sekitar wilayah kegiatan.
Salah satunya berupa pembangunan Madrasah Diniyah Ikhmatul Ikhwan di Kampung Pasir Cina, RW 01, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet. Bangunan madrasah tersebut kini disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Anwar, mengatakan pembangunan madrasah masih menyisakan sekitar 30 persen pekerjaan. Ia berharap pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas tersebut bisa digunakan masyarakat.
“Alhamdulillah berjalan lancar, aman dan tertib. Gedung ini sudah sekitar 70 persen. Tinggal sekitar 30 persen lagi dan diharapkan bisa diselesaikan bulan depan,” kata Anwar saat ditemui di Cianjur, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Anwar, pengembangan panas bumi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi. Kegiatan tersebut, kata dia, juga perlu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan melalui program pemberdayaan.
Namun, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan. Sosialisasi dinilai diperlukan agar warga memahami potensi, proses pemanfaatan, serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan panas bumi.
“Pengambilannya tidak boleh serampangan. Semuanya harus dilibatkan supaya tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.
Anwar mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, meski pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal. Ia berharap pengembangan sumber energi tersebut dapat mendorong penggunaan energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat sekitar.
Di Kampung Pasir Cina, pembangunan madrasah menjadi salah satu bentuk dukungan yang mendapat perhatian warga. Tokoh masyarakat RW 01, Ustad Undang Hasanuddin, mengatakan bantuan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih. Belum terjadi pun sudah terasa ada bantuan, terutama untuk kemajuan pendidikan anak-anak kami,” kata Undang.
Ia berharap manfaat pengembangan panas bumi nantinya tidak berhenti pada bantuan fasilitas, tetapi turut berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami berharap ke depan masyarakat lebih maju dan sejahtera, begitu juga perusahaannya. Kalau memang baik, mari sama-sama kita dukung,” ujarnya.
Tokoh masyarakat lainnya, Ustad Idang, juga menyatakan dukungannya terhadap bantuan yang telah diberikan. Selain pembangunan fasilitas pendidikan, ia menyebut adanya bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak, bantuan bagi anak yatim, dan sejumlah bantuan sosial lainnya.
“Kami sangat mendukung. Semoga kegiatan ini berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Idang.
Dukungan tersebut menjadi perhatian warga seiring rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Gede. Bagi masyarakat, pembangunan fasilitas pendidikan merupakan salah satu manfaat yang dapat dilihat secara langsung.
Namun, manfaat tersebut akan bergantung pada pelaksanaan program secara berkelanjutan, keterbukaan informasi, pelibatan masyarakat, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Pengembangan panas bumi karena itu tidak hanya menyangkut kapasitas energi yang dihasilkan. Bagi masyarakat sekitar, persoalan penting lainnya adalah bagaimana proses pengembangan berlangsung, sejauh mana warga dilibatkan, serta apakah manfaat sosial dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
(Bet)















