Daerah

Bulog Cianjur Lampaui Target Serapan Gabah Nasional 2025, Stok Beras Akhir Tahun Dipastikan Aman

67
×

Bulog Cianjur Lampaui Target Serapan Gabah Nasional 2025, Stok Beras Akhir Tahun Dipastikan Aman

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Perum Bulog Cabang Cianjur mencatat kinerja signifikan sepanjang tahun 2025 dengan melampaui target serapan Gabah Kering Panen (GKP) yang ditetapkan kantor pusat. Dari target awal 42.000 ton, realisasi serapan mencapai 59.000 ton, atau melebihi target lebih dari 40 persen, Kamis (1/1/2026).

Wakil Kepala Bulog Cabang Cianjur, Jajang Nurohman, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil optimalisasi penyerapan gabah langsung dari petani serta sinergi lintas sektor di daerah.

“Target serapan dari kantor pusat sebesar 42.000 ton, dan realisasinya mencapai 59.000 ton. Artinya, target nasional berhasil terlampaui,” kata Jajang kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Selain capaian serapan, Bulog Cianjur juga memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Tercatat, penguasaan stok beras Bulog Cianjur mencapai 14.900 ton.

“Stok tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi seluruh penugasan pemerintah dan siap mendukung penugasan lanjutan,” ujarnya.

Dalam aspek penyaluran, Bulog Cianjur telah menuntaskan berbagai penugasan pemerintah, termasuk bantuan pangan yang disalurkan ke tiga kabupaten/kota di wilayah kerja Bulog Cianjur.

“Penyaluran bantuan pangan berjalan lancar, telah diterima oleh penerima manfaat, dan hingga saat ini tidak tercatat adanya komplain,” ungkap Jajang.

Sepanjang 2025, Bulog Cianjur juga memaksimalkan penyerapan gabah petani lokal yang kemudian diolah dan disalurkan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Cianjur.

“Penyerapan ini diarahkan agar potensi beras lokal Cianjur dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat,” jelasnya.

Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut direalisasikan dengan penyaluran hampir 9.000 ton beras melalui berbagai saluran, termasuk pasar tradisional.

“SPHP dilaksanakan sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat umum,” tambahnya.

Menghadapi tahun 2026, Bulog Cianjur menyebut adanya indikasi peningkatan target serapan GKP secara nasional.

“Dalam rapat terakhir, target serapan 2026 diproyeksikan naik menjadi 60.000 ton. Dengan pola kerja yang ada dan koordinasi bersama dinas serta mitra, target tersebut dinilai realistis,” kata Jajang.

Dari sisi harga, data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan stabilitas harga beras di wilayah Cianjur dalam beberapa bulan terakhir, seiring pelaksanaan SPHP secara berkelanjutan.

“Data menunjukkan harga beras relatif stabil, mencerminkan fungsi Bulog sebagai penyangga pasokan dan pengendali harga berjalan sesuai mandat,” pungkasnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses