Daerah

Dalam Rangka Tasyakuran Kepala Desa Sukadarma, Fahmi Satori, S.H Dan Karta Wijaya Serukan Persatuan.

71
×

Dalam Rangka Tasyakuran Kepala Desa Sukadarma, Fahmi Satori, S.H Dan Karta Wijaya Serukan Persatuan.

Sebarkan artikel ini

hallonusantara.com || Kabupaten Bekasi – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukadarma telah berakhir. Namun, ujian sesungguhnya bagi demokrasi desa justru dimulai setelah hasil pemilihan ditetapkan: mampukah masyarakat kembali bersatu setelah sebelumnya terbelah oleh perbedaan pilihan politik?

Pesan rekonsiliasi itu mengemuka dalam acara tasyakuran Kepala Desa Sukadarma terpilih, Fahmi Satori, Rabu (4/11/2026).

 

Momentum tersebut bukan sekadar ungkapan rasa syukur atas kemenangan, melainkan menjadi ruang untuk merajut kembali hubungan sosial masyarakat yang sempat memiliki pilihan berbeda selama kontestasi Pilkades.

Menariknya, pesan persatuan tidak hanya datang dari kepala desa terpilih. Karta Wijaya, salah satu calon yang turut berkontestasi, hadir dengan sikap legowo, memberikan ucapan selamat kepada Fahmi Satori sekaligus mengajak masyarakat mendukung pemerintahan desa yang baru.

 

Kehadiran keduanya membawa pesan bahwa kompetisi politik di tingkat desa tidak seharusnya meninggalkan permusuhan dan memutus tali persaudaraan.

Dalam sambutannya, Fahmi Satori menegaskan bahwa setelah Pilkades selesai, tidak boleh lagi ada pengelompokan masyarakat berdasarkan pilihan politik.

“Baik masyarakat yang memilih maupun yang tidak memilih saya, semuanya adalah warga saya. Saya tidak akan membeda-bedakan pelayanan hanya karena perbedaan pilihan politik. Mari kita bersatu, karena Pilkades sudah selesai. Sekarang waktunya kita bergandengan tangan bersama-sama memajukan Desa Sukadarma,” tegas Fahmi.

“Intinya, melalui acara ini saya ingin mempersatukan kembali masyarakat. Ketika Pilkades berlangsung, sudah pasti masyarakat mempunyai pilihan masing-masing. Ada yang berbeda pilihan, berbeda prinsip, dan sebagainya. Tetapi sekarang pemilihan sudah selesai. Mulai hari ini kita satukan kembali,” ungkapnya.

Sikap kedewasaan demokrasi juga ditunjukkan Karta Wijaya. Sebagai calon yang ikut berkontestasi, ia hadir memberikan ucapan selamat kepada Fahmi Satori.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai karena berbeda pilihan saat Pilkades, hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di antara masyarakat menjadi terpecah. Pilkades sudah selesai, sekarang mari kita bersama-sama membantu dan mendukung Kepala Desa terpilih Fahmi Satori untuk membangun Desa Sukadarma,” ujar Karta.

Selain rekonsiliasi, Fahmi Satori menyampaikan komitmennya untuk membangun pemerintahan desa yang mengutamakan pelayanan publik secara mudah, cepat, tertib, dan adil.

“Setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan tanpa membedakan latar belakang maupun keadaan sosialnya. Pemerintah desa harus hadir untuk melayani seluruh masyarakat, bukan hanya untuk kelompok tertentu,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat desa, mulai dari RT, RW, kepala dusun, kaur hingga kasi, menjalankan tugas secara disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Di tengah ajakan rekonsiliasi, Fahmi juga mulai menyiapkan sejumlah agenda prioritas.

Menghadapi musim hujan, perhatian utama adalah mengantisipasi banjir yang kerap berdampak pada sejumlah wilayah Sukadarma.

“Kita akan membersihkan wilayah-wilayah yang terkena banjir, terutama saluran-saluran airnya. Setelah dibersihkan, kita juga akan mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Fahmi.

Selain persoalan lingkungan, Fahmi menyoroti ketidaksesuaian data desil kesejahteraan masyarakat.

“Ketika saya mengikuti pemilihan, banyak sekali keluhan masyarakat. Secara ekonomi mereka merasa tidak mampu, tetapi desilnya tinggi. Makanya ini akan kita evaluasi secara teliti dan mendalam,” ujarnya.

“Kalau memang kondisi ekonominya berada di bawah, tentu harus diperjuangkan agar data desilnya sesuai. Kita akan melakukan sanggah dengan harapan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki ketepatan data sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan sosial. Adapun perubahan data dan penetapan penerima tetap mengikuti mekanisme serta kewenangan instansi terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, termasuk keluarga besar orang tuanya, KH Badrudin, serta keluarga dari Pandeglang yang turut hadir.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para tokoh agama dan masyarakat, di antaranya KH Munir, KH Gojali, Ketua DMI KH Musomi, Ketua BPD beserta jajaran, Ketua KNPI Sukatani Rahmat, Bimaspol, Babinsa, serta para tokoh dan tamu undangan lainnya.

Fahmi Satori kini memikul amanah untuk memimpin Desa Sukadarma periode 2026–2034. Bersamaan dengan itu, terdapat sejumlah pekerjaan yang menunggu, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penanganan banjir, pembenahan data kesejahteraan masyarakat hingga transparansi tata kelola pemerintahan desa.

Pesan persatuan yang disampaikan Fahmi bersama Karta Wijaya menjadi modal sosial untuk mengawali pemerintahan baru. Namun, rekonsiliasi tidak cukup berhenti pada ucapan dalam acara tasyakuran.

Komitmen tersebut harus dibuktikan melalui kebijakan yang adil, pelayanan tanpa diskriminasi, pengelolaan anggaran yang transparan, serta pembangunan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Di sinilah kepemimpinan Fahmi akan diuji: bukan hanya bagaimana merangkul masyarakat yang mendukungnya, tetapi juga bagaimana memberikan ruang, perhatian, dan pelayanan yang sama kepada warga yang sebelumnya memilih calon lain.

 

Pilkades boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan jangan sampai terpecah. Tidak ada lagi pendukung dan lawan politik. Yang ada adalah satu keluarga besar masyarakat Desa Sukadarma dengan tujuan yang sama: membangun desa yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

(M.J)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses